Minggu, 12 April 2026

Kaltara Dilanda Cuaca Panas

Cuaca Panas Terik, BPBD Kaltara Ingatkan Warga untuk Waspadai Kebakaran Hutan dan Lahan

BPBD Kaltara telah menetapkan status siaga menghadapi potensi bencana alam. Hal ini menyusul cuaca panas dalam beberapa pekan terakhir.

|
Penulis: Edy Nugroho | Editor: M Purnomo Susanto
(HO/ BPBD Nunukan)
ILUSTRASI - Kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla kembali terjadi di Jalan Tanjung Cantik, Desa Binusan, Kecamatan Nunukan, pada Minggu (28/05/2023), sekira pukul 18.00-21.00 Wita. Luasan lahan yang diduga dikabar orang tak dikenal tersebut sekitar 2,9 hektare. 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Utara (Kaltara) telah menetapkan status siaga menghadapi potensi bencana alam. Hal ini menyusul cuaca panas dalam beberapa pekan terakhir di wilayah ini.

Salah satu potensi bencana yang bisa terjadi, dan sedang diwaspadai adalah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). 

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kaltara, Andi Amriampa menjelaskan, penetapan status siaga ini mengacu pada proyeksi kondisi cuaca dari BMKG. Khususnya terkait fenomena equinox dan transisi musim.

"Siaga ini didasarkan pada prakiraan BMKG. Saat ini kita menghadapi ekuinox kering. Yang berpotensi menimbulkan ancaman kebakaran hutan dan lahan," ujarnya, Selasa (29/07/2025).

Baca juga: Cuaca Panas Terik Siang Hari di Malinau Kaltara, BPBD Imbau Warga Waspadai Pemicu Karhutla

PENGANGKATAN CPNS DITUNDA – Plt Kepala BKAD Kaltara, Andi Amriampa saat diwawancara media tentang penjadwalan ulang atau penundaan pengangkatan CPNS dan PPPK hasil seleksi tahun 2024
Kepala Pelaksana BPBD Kaltara Andi Amriampa (TRIBUNKALTARA.COM/ DESI KARTIKA AYU)

Dikatakan, cuaca panas ekstrem yang terjadi di wilayah Kaltara belakangan, dinilai berpotensi menimbulkan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah rawan.

Terutama di wilayah-wilayah rawan seperti Nunukan, Tana Tidung, dan Bulungan.

"Kami sudah mulai melakukan koordinasi. Untuk mempersiapkan langkah-langkah teknis yang harus dilakukan. Utamanya bagi jajaran BPBD baik provinsi maupun kabupaten kota, kita minta meningkatkan kewaspadaan," jelasnya.

Dalam menghadapi potensi karhutla, BPBD Kaltara akan memperkuat upaya mitigasi bencana.

Termasuk patroli terpadu, penyuluhan kepada masyarakat, dan pemetaan titik-titik rawan kebakaran.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan lintas sektor dan kesiapan masyarakat dalam mengantisipasi kondisi darurat.

"Beberapa waktu lalu kita sudah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait peralatan dan sumber daya. Sekarang kita harus lebih siap, baik dari sisi mitigasi maupun kesiapsiagaan," tegasnya.

Andi Amriampa mengatakan, penanganan karhutla, bukan hanya tanggung jawab pemerintah.

Tetapi membutuhkan sinergi dari unsur TNI/Polri, masyarakat adat, dan kelompok relawan di daerah-daerah rawan.

"Dengan status siaga yang telah ditetapkan, BPBD mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Dan segera melaporkan jika melihat titik api di wilayahnya," pesan dia.

Berkaitan dengan kondisi cuaca tersebut, Andi Amriampa menambahkan, pihaknya telah memetakan beberapa titik yang perlu diwaspadai, khususnya di Kabupaten Bulungan dan Nunukan.

Sumber: Tribun Kaltara
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved