Giat Pengembangan UMKM Berorientasi Ekspor, KPwBI Kaltara Beri Bantuan Kepada Apekimal Malinau

Penulis: Risnawati
Editor: M Purnomo Susanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Utara yang terletak di Jalan Mulawarman, Kota Tarakan. ( TRIBUNKALTARA.COM / RISNAWATI )

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Giat pengembangan UMKM berorientasi ekspor, KPwBI Kaltara beri bantuan kepada Apekimal Malinau.

Dalam menggiatkan pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah ( UMKM) berorientasi ekspor, Kantor Perwakilan Bank Indonesia ( KPwBI) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) akan beri bantuan kepada Asosiasi Petani Kopi Indonesia Kabupaten Malinau ( Apekimal).

Kepala KPwBI Kaltara, Yufrizal mengatakan, bantuan itu diperuntukkan ke Kelompok Tani Kopi Punan Gong Solok.

Baca juga: Imbas Pelayanan Publik Raih Zona Kuning, Setkab Malinau Akan Evaluasi dan Bimbing Langsung Tiap OPD

Baca juga: Pelayanan Publik 2019 Kategori Sedang, Malinau jadi Satu-satunya Kabupaten Zona Kuning di Kaltara

Baca juga: Kadisdik Tarakan Tajuddin Tuwo Sebut Desember 2020 Mulai Jajak Pendapat Soal Pembelajaran Tatap Muka

Diketahui bantuan tersebut merupakan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI).

"Bank Indonesia akan memberikan bantuan sarana prasarana pengembangan kopi melalui PBSI," ujarnya kepada TribunKaltara.com, Kamis (26/11/20)

Adapun saranan prasarana yang akan diberikan berupa Roaster 10 Kg, Alat pengemas P20, Alat pengukur kadar air, Huller 10 kg.

Juga, mesin pembubuk kopi 15 Kg masing-masing 1 unit, serta pohon penaung kopi cangkokan Lamtoro L2 sejumlah 1.500 batang.

Pemberian bantuan melalui PSBI ini merupakan sarana untuk meningkatkan produktifitas dan kualitas kopi Kabupaten Malinau.

Dia berharap, produktivitas kopi disektor hulu semakin meningkat yang diikuti juga peningkatan kualitas.

Baca juga: Adakan Pelatihan Uji Mutu Kopi Sesuai SNI, KPwBI Kaltara Giatkan Pengembangan UMKM Orientasi Ekspor

Baca juga: Janji Menag Fachrul Razi Beri Kepastian Pedoman Ibadah Natal di Masa Pandemi Covid-19

Baca juga: Wali Kota Tarakan, dr Khairul Minta Lakukan Jajak Pendapat Terkait Rencana Sekolah Dibuka Januari

"Disisi hilirnya juga demikian, kualitas kopi harus meningkat, sehingga dapat melakukan ekspor ke depannya," harapnya.

Yufrizal menambahkan, dalam pengembangan UMKM kopi berorientasi ekspor, Bank Indonesia melakukan empat tahapan, yaitu optimalisasi produksi dan pasca panen, kelembagaan dan sertifikasi, ekspor bersama, dan ekspor mandiri.

“Semakin banyak kita ekspor maka semakin kuat rupiah kita, sebaliknya semakin banyak kita impor maka semakin tertekan rupiah kita," tutupnya.

( TribunKaltara.com / Risnawati )

Berita Terkini