Pasien Covid-19 di Malinau "Curhat" Diperlakukan Tak Manusiawi, Begini Reaksi Himpsi Kaltara

Penulis: Risnawati
Editor: Amiruddin
Ketua Himpunan Psikologi Indonesia Provinsi Kalimantan Utara (Himpsi Kaltara), Sulistyowati. (HO/ foto pribadi Sulistyowati)

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Ketua Himpunan Psikologi Indonesia Provinsi Kalimantan Utara ( Himpsi Kaltara ), Sulistyowati menanggapi soal curhatan salah satu pasien Covid-19 di Kabupaten Malinau yang diperlakukan tidak manusiawi saat menjalani isolasi mandiri.

Pada pasien yang terpapar Covid-19 , kata dia, selain kondisi medis, kondisi psikologis memang harus dijaga.

Stigma negatif dari lingkungan sosial akan memperberat kondisi fisik seorang pasien.

Dia menambahkan, perlakuan tidak layak seperti pengucilan dan sebagainya seharusnya tidak dilakukan.

Baca juga: Natal 2020, Kodim 0907 Tarakan Kerahkan 50 Prajurit untuk Amankan Ibadah

Baca juga: UPDATE Tambah 64, Kasus Covid-19 Kaltara jadi 2.905, 2 Pasien Positif Corona Asal Tarakan Meninggal

Baca juga: Oprasi Lilin Selama 15 Hari, AKBP Fillol Praja Arthdira: Polres Tarakan Kerahkan 161 Personel

"Protokol kesehatan dalam hal ini social distancing adalah menjaga jarak fisik, bukan menjaga jarak hati," ujarnya saat dihubungi TribunKaltara.com , Selasa (22/12/20)

Menurut wanita yang akrab disapa Sulis ini, stigma yang didapat oleh pasien tersebut akan menyebabkan tekanan atau stress jika pasien memiliki kerentanan terhadap hal ini.

Harusnya secara sosial, kata dia, para pasien perlu didukung dengan sikap positif.

"Jika belum memungkinkan, berkomunikasilah melalui telepon atau video call. Jika memungkinkan mengirim makanan, sembako dan berkomunikasi dengan memperhatikan protokol kesehatan," ucapnya.

"Jika ada keluarganya dan tidak satu rumah, tidak berada di ring 1 (kontak erat), tidak semestinya kita memberikan stigma juga," sambungnya.

Meski begitu, dia sampaikan, tidak ada yang salah dalam kasus ini, hanya saja pemahaman masyarakat yang kurang, sehingga sosialisasi dan pemberian informasi yang benar yang harusnya dilakukan ke masyarakat.

Baca juga: Berpotensi Jadi Zona Merah Covid-19 DPRD Tarakan Minta Pemkot Urungkan Sekolah Tatap Muka Awal 2021

Baca juga: Jelang Natal dan Tahun Baru, Balai Karantina Pertanian Tarakan Perketat Pengawasan Tol Laut

Baca juga: Bandingkan Partisipasi Pemilih di Pilgub Kaltara, Tana Tidung Tertinggi, Tarakan Paling Rendah

Dia mengajak seluruh elemen masyarakat di Wilayah Kalimantan Utara untuk bersinergi, bersama-sama saling menguatkan menghadapi pandemi Covid-19.

"Tidak ada yang ingin terpapar, dan pada saat itu terjadi, menghadapinya bersama akan lebih mudah," jelasnya.

"Jika membutuhkan konseling atau menyampaikan beban hati atau pikiran, silakan menghubungi nomor 119 ext 8 untuk mendapatkan pendampingan psikologis," tutupnya.

(*)

( TribunKaltara.com / Risnawati )