Jelang Natal dan Tahun Baru, Balai Karantina Pertanian Tarakan Perketat Pengawasan Tol Laut

Penulis: Risnawati
Editor: Amiruddin
Kepala Balai Karantina Pertanian Tarakan, drh Muhammad Alfaraby. ( TRIBUNKALTARA.COM / RISNAWATI )

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN KALTARA - Jelang Natal dan Tahun Baru , Balai Karantina Pertanian ( BKP ) Tarakan perketat pengawasan tol laut KM Sabuk Nusantara 116.

Tol laut KM Sabuk Nusantara 116 asal Toli-toli Sulawesi Tengah ini adalah moda transportasi yang bertujuan mengangkut logistik antar pulau sampai ke pelosok negeri.

Salah satu dermaga pelabuhan sandar untuk tol laut ini adalah Dermaga Pelabuhan Malundung Kota Tarakan setiap 2 minggu sekali.

Baca juga: Terbitkan Edaran Petunjuk Perayaan Natal, Pemkot Larang Datangkan Penceramah dari Luar Tarakan

Baca juga: UPDATE Tambah 146, Kasus Covid-19 Kaltara jadi 2.841, Tarakan Sumbang Kasus Positif Corona Terbanyak

Baca juga: Film Lokal Rasa Nasional Aku dan Impianku Karya Putra Tarakan, Rizal: Mengajak Penonton Berfikir

Pemeriksaan fisik dilakukan pada komoditas pertanian wajib periksa karantina.

Diantaranya buah-buahan seperti pisang, jeruk, mangga, dan tomat. Kemudian sayuran seperti kubis dan kentang.

"Total buah dan sayur yang masuk yakni sebanyak 9.90p Kg," ujar Kepala BKP Tarakan , drh Muhammad Alfaraby , Senin (21/12/20)

Selain itu, pejabat karantina juga memeriksa kelengkapan dokumen dan pemeriksaan fisik terhadap pemasukan 59 ekor kambing dan 4 ekor sapi.

Alfaraby mengatakan, pemeriksaan dilakukakan untuk memastikan media pembawa tersebut bebas dari organisme pengganggu tumbuhan karantina atau OPTK dan hama dan penyakit hewan karantina atau HPHK.

"Kemudian juga dalam keadaan baik, tidak busuk, dan layak dikonsumsi masyarakat. Jangan sampai ini malah menimbulkan bahaya bagi masyarakat kita," ungkapnya.

Baca juga: Maksimalkan Pembangunan Jembatan Penghubung di Tarakan, Akses Keluar Masuk Sungai Ditutup Sebulan

Baca juga: Bandingkan Partisipasi Pemilih di Pilgub Kaltara, Tana Tidung Tertinggi, Tarakan Paling Rendah

Baca juga: Ditinggal Jaga Toko, Jago Merah Hanguskan Lantai Dua Rumah Warga di Kota Tarakan

Sementara itu dia katakan, pengawasan tidak hanya dilakukan saat kedatangan kapal, tapi juga saat keberangkatan kapal.

Hal ini tentunya bertujuan untuk mencegah adanya lalulintas ilegal di daerah perbatasan ini.

Dia juga menginstruksikan saat kapal berangkat, tidak boleh ada komoditas pertanian terlarang dan ilegal.

"Karena Kaltara ini kan termasuk salah satu daerah rawan," tutupnya.

(*)

( TribunKaltara.com / Risnawati )