Reaksi Jenderal Idham Azis Usai Komunitas Pers Protes Maklumat Kapolri Tentang Larangan Konten FPI

Editor: Cornel Dimas Satrio
Kapolri Idham Azis dan maklumat larangan menyebarluaskan konten hingga atribut FPI. (Kolase TribunKaltara.com / Kompas.com)

TRIBUNKALTARA.COM - Jenderal Idham Azis memberikan tanggapan usai komunitas pers memprotes Maklumat Kapolri tentang larangan konten FPI ( Front Pembela Islam ).

Maklumat Kapolri yang dikeluarkan Jenderal Idham Azis terkait larangan konten FPI, menuai protes dari komunitas pers.

Pasalnya larangan tersebut bagi komunitas pers sangat mengekang kerja jurnalistik maupun kebebasan pers.

Merasa ada yang keliru dari penafsiran Maklumat Kapolri tersebut, Jenderal Idham Azis memberikan penjelasan.

Penjelasan disampaikan Jenderal Idham Azis melalui telegram kepada kapolda dan kepala bidang humas di masing-masing polda untuk tak mengekang kebebasan pers di lapangan.

Terutama dalam menerapkan maklumat tentang Kepatuhan Terhadap Larangan Kegiatan, Penggunaan Simbol dan Atribut serta Penghentian Kegiatan Front Pembela Islam ( FPI ).

Instruksi Kapolri Jenderal Idham Azis itu disampaikan melalui telegram bernomor ST/1/I/HUM.3.4.5./2021 tertanggal 4 Januari 2021.

Baca juga: Maklumat Kapolri Idham Azis Diprotes Komunitas Pers, Begini Penjelasan Larangan Konten FPI

Surat telegram Kapolri Idham Azis itu ditandatangani Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono, dan ditujukan kepada para Kapolda dan Kabid Humas.

Dengan adanya surat telegram itu, maka terjawab sudah polemik poin 2D Mak/1/I/2021 terkait larangan bagi masyarakat mengakses, mengunggah, dan menyebarluaskan konten terkait FPI.

"Dalam maklumat poin 2D tersebut tidak menyinggung media," kata Idham melalui telegram tersebut pada Senin (4/1/2021).

Halaman
123