Sabtu, 2 Mei 2026

DPRD Kaltara

Anggota Komisi IV DPRD Kaltara Desak Pemerintah Pusat Percepat Pembentukan DOB di Perbatasan

Komisi IV DPRD Kaltara, Ruman Tumbo mendesak pemerintah pusat beri atensi khusus terhadap usulan pembentukan tiga DOB di Kalimantan Utara.

Tayang:
TribunKaltara.com/Desi Kartika Ayu
DESAK PEMERINTAH PUSAT - Anggota Komisi IV DPRD Kaltara Ruman Tumbo (kedua dari kanan) saat menghadiri agenda Seminar Nasional DOB di Tanjung Selor, Senin (25/11/2025). Ia mendesak pemerintah pusat perlu memberikan perhatian khusus terhadap usulan pembentukan tiga DOB di Kalimantan Utara yang telah diperjuangkan lebih dari satu dekade. 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR – Dorongan percepatan pemekaran daerah otonomi baru (DOB) di wilayah perbatasan kembali menguat.

Hal itu ditegaskan anggota Komisi IV DPRD Kaltara, Ruman Tumbo, usai menghadiri seminar nasional bertema peluang dan tantangan DOB bagi akselerasi pembangunan serta kesejahteraan di kawasan perbatasan yang menjadi ring of defense Ibu Kota Nusantara (IKN).

Dalam pernyataannya, Ruman menilai pemerintah pusat perlu memberikan perhatian khusus terhadap usulan pembentukan tiga DOB yang telah diperjuangkan lebih dari satu dekade, yakni Kebudayaan Perbatasan, Krayan, dan Sebatik.

Ia menyebut ketiga wilayah tersebut memiliki urgensi strategis karena berada di garis depan yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

Baca juga: Wakil Ketua DPRD Kaltara Muhammad Nasir Apresiasi Seminar Nasional DOB Hadirkan Narasumber Pusat

"Usulan pemekaran ini sudah lebih dari 10 tahun menunggu. Pemerintah pusat harus melihat urgensi di perbatasan, apalagi ini menjadi pagar pertahanan terluar dari IKN," tegas anggota Komisi IV DPRD Kaltara ini, Selasa (26/11/2025).

Melalui forum seminar tersebut, Ruman berharap seluruh pemangku kepentingan dapat menyuarakan dukungan bersama agar pemerintah pusat membuka kembali pembahasan DOB di Nunukan.

Menurutnya, pemekaran bukan hanya soal pembangunan, tetapi juga berkaitan dengan penguatan pertahanan negara.

Khususnya wilayah perbatasan yang menjadi wajah dan gerbang Indonesia di mata dunia.

"Tidak ada pilihan lain. Jika kita ingin memberi pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat perbatasan sekaligus memperkuat posisi pertahanan negara, pemekaran wilayah harus menjadi prioritas," tutupnya.

(adv)

Penulis : Desi Kartika Ayu

Sumber: Tribun Kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved