Berita Bulungan Terkini
Pemkab Bulungan Andalkan Sektor Perkebunan dan Migas, Jadi Sumber Pendapatan Daerah
Pendapatan Pemkab Bulungan tidak hanya diperoleh dari DBH, namun juga sektor perkebunan dan pertambangan jadi sektor yang penting.
Penulis: Edy Nugroho | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM, BULUNGAN – Lewat kekayaan sumber daya alam (SDA) yang dimiliki, selain menjadi sumber pendapatan secara langsung yang dirasakan masyarakat, Pemkab Bulungan juga memperoleh pendapatan dari dana bagi hasil (DBH).
Bupati Bulungan Syarwani mengungkapkan, sektor perkebunan, pertambangan, energi dan migas, menjadi penopang penting bagi perekonomian daerah. Melalui dana hasil yang diperoleh dari pusat.
“Selain pangan, ada juga pertambangan dan energi yang masuk ke dalam rencana pengembangan. Dari sisi perkebunan saja, saat ini ada 21 izin kebun, termasuk 7 pabrik kelapa sawit (PKS) yang sudah beroperasi sesuai kewenangan yang ada,” kata Syarwani.
Syarwani menjelaskan, kontribusi sektor perkebunan terhadap PAD (pendapatan asli daerah) masih terbatas pada pajak bumi dan bangunan (PBB) sektor perdesaan dan perkotaan (P2).
Baca juga: Pasca Batu Bara Menipis di Bulungan Kaltara, Kini Perkebunan Dilirik Perusahaan Tambang
Sementara untuk PBB sektor perkebunan, perhutanan dan pertambangan (P3) serta migas, skema penerimaan berada di pusat melalui mekanisme bagi hasil.
“Kalau P3 di sektor perkebunan itu tergantung dari bagi hasil pemerintah pusat kepada daerah. Begitu juga sektor migas dan galian, semuanya kewenangan pemerintah pusat dan setiap tahun disalurkan ke daerah dalam bentuk dana bagi hasil,” jelasnya.
Di tengah kondisi fiskal yang ketat, Pemkab Bulungan mendorong skema kolaborasi dengan sektor swasta agar pembangunan tetap berkelanjutan. Menurut Syarwani, kontribusi perusahaan di Bulungan sudah terbukti cukup signifikan.
“Sejak 2021, keterlibatan sektor swasta sangat luar biasa. Bukan hanya soal investasi, tapi juga dukungan saat dalam situasi sulit, termasuk pada pandemi waktu itu. Kontribusi mereka nyata membantu masyarakat Bulungan,” tegasnya.
Ia menambahkan, stabilitas ketenagakerjaan juga menjadi perhatian. Meski menghadapi tantangan global, sektor perkebunan di Bulungan masih mampu menjaga operasional tanpa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.
“Sampai hari ini, Alhamdulillah perusahaan perkebunan kelapa sawit di Bulungan tidak melakukan kebijakan ekstrem seperti PHK besar-besaran, meski kondisi pasar cukup berat. Hal ini penting untuk menjaga stabilitas daerah,” imbuhnya.
(*)
Penulis: Edy Nugroho
SDA
Pendapatan
masyarakat
Pemkab Bulungan
DBH
Bupati Bulungan
Syarwani
perkebunan
pertambangan
TribunKaltara.com
| Bukit Agathis jadi Spot Piknik Senja Baru di Tanjung Selor Kaltara, Nikmati Panorama Sunset |
|
|---|
| Seorang Pria Ditemukan Meninggal di Depan Kafe Tanjung Selor, Polisi Sebut Punya Riwayat Jantung |
|
|---|
| 65 Jemaah Calon Haji Bulungan Berangkat ke Tanah Suci, Satu Lansia Dipulangkan Kondisi Kesehatan |
|
|---|
| Nelayan Bulungan Diusulkan Masuk BPJS Ketenagakerjaan, Iuran Ditanggung Pemerintah Pusat |
|
|---|
| Polisi Jelaskan Kronologi Nelayan Bulungan Ditemukan Meninggal Dunia di Atas Perahu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/Perkebunan-di-Bulungan-01-16092025jpg.jpg)