Selasa, 19 Mei 2026

Berita Bulungan Terkini

‎Bupati Bulungan Buka Bimtek di Bandung, Diikuti Puluhan Aparatur Desa

Bimtek dan studi lapangan dibuka Bupati Bulungan, Syarwani, diikuti  oleh unsur pemerintah desa dan Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) se-Bulungan.

Tayang:
Penulis: Edy Nugroho | Editor: Adhinata Kusuma
ISTIMEWA
BUKA BIMTEK - Bupati Bulungan Syarwani saat membuka kegiatan bimtek dan studi lapangan di Bandung Jawa Barat. 


‎​TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR – Puluhan aparat desa se-Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Studi Lapangan di Bandung, Jawa Barat sejak Senin (08/12/2025) kemarin.

Bimtek dan studi lapangan yang dibuka Bupati Bulungan, Syarwani ini, diikuti  oleh unsur pemerintah desa dan Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) se-Kabupaten Bulungan.

Kegiatan yang akan berlangsung hingga 12 Desember 2025 ini, mengusung tema "Sinergisitas Tata Kelola Pemerintahan Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan LKD dalam Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Menjadi Unggul dan Berdaulat."

Bupati Syarwani menegaskan, sinergisitas program pemerintah daerah dengan desa pada tahun anggaran 2026, adalah wujud komitmen kolektif dalam membangun Kabupaten Bulungan.

‎‎Bupati menekankan perbaikan tata kelola dan prioritas pembangunan. Sejumlah pesan strategis disampaikan Bupati kepada para aparat desa yang mengikuti kegiatan ini.

Baca juga: Raih Penghargaan di IGA 2025, Kabupaten Bulungan jadi Teladan Inovasi Daerah

Pertama, Bupati mengapresiasi suksesnya gelaran Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 13 desa.

‎Ia juga memerintahkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) untuk mempersiapkan proses pelantikan kepala desa terpilih.  

‎"Untuk memperkuat tata kelola desa, program peningkatan kapasitas kepemimpinan desa, termasuk Retreat Kepala Desa, juga akan segera dilaksanakan," ungkapnya.

‎​Selanjutnya, Syarwani menginformasikan adanya penurunan kondisi keuangan daerah secara nasional pada tahun 2026, yang berpotensi berdampak pada transfer anggaran ke desa. 

‎"Pengelolaan dana desa harus dilakukan dengan prinsip efisiensi dengan prioritas kebermanfaatan pada masyarakat desa," lanjut dia.

‎​Bupati mengapresiasi Kepala Desa yang telah memfasilitasi pembentukan Koperasi Desa (Kopdes) sebagai bagian dari implementasi program Asta Cita.

‎Dirinya meminta program ini didukung penuh, namun tetap mengingatkan agar pengelolaan keuangannya dilakukan dengan prinsip kehati-hatian guna menghindari masalah hukum. 

‎"Program pembangunan di desa harus bersifat tematik dan terarah, sehingga dapat mendukung berbagai program prioritas daerah," katanya.

‎Ia meminta dinas terkait, khususnya Dinas Pertanian, untuk memastikan programnya bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat desa.

‎​Mengenai penguatan ekonomi desa, Syarwani menyoroti pentingnya pemberdayaan UMKM dan meminta agar konsumsi pada setiap kegiatan di desa diutamakan berasal dari produk-produk UMKM lokal.

‎​Terkait sektor pertanian, Bupati mengumumkan telah dilakukannya penandatanganan kerja sama dengan Rektor IPB mengenai program Tani Center. 

‎"Program percontohan (pilot project) Tani Center ini akan dipusatkan di Desa Long Buang dan melibatkan desa-desa di Kecamatan Peso,"ujarnya.

‎Pemerintah daerah juga telah menyiapkan tiga orang untuk mengikuti kegiatan pelatihan terkait program tersebut.

Bupati mengajak seluruh perangkat desa untuk aktif berkolaborasi dan berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait, serta jeli melihat potensi yang dimiliki desa.

‎Tujuannya adalah memastikan program pembangunan, mulai dari Asta Cita Presiden hingga program daerah, dapat berjalan selaras dan sampai ke tingkat desa. 

Syarwani menekankan pentingnya menjaga hubungan harmonis antara Pemerintah Desa, BPD, dan LKD demi mempercepat realisasi pembangunan di desa. (*)

Penulis: Edy Nugroho 

Sumber: Tribun Kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved