Senin, 18 Mei 2026

Berita Bulungan Terkini

Perluas Akses Internet ke Desa, Pemkab Bulungan Tambah 30 Unit Perangkat Starlink Tahun Depan ‎

Demi memperluas jangkauan akses internet di pedalaman pedesaan di Bulungan Kalimantan Utara, Pemkab Bulungan tambah starlink di tahun 2026.

Tayang:
Penulis: Edy Nugroho | Editor: Junisah
ISTIMEWA
ATASI BLANK SPOT - Bupati Bulungan Syarwani saat melakukan kunjungan di wilayah Kecamatan Peso. Di beberapa desa pada kecamatan ini belum bisa akses internet atau blank spot. 

 ‎TRIBUNKALTARA.COM, ‎TANJUNG SELOR- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan terus memperluas akses konektivitas digital atau akses internet di wilayah pedesaaan, pesisir hingga pedalaman. Utamanya ke wilayah yang selama ini masih mengalami blank spot

Bupati Bulungan, Syarwani mengakui, tidak semua 74 desa di 10 kecamatan di Bulungan, Kalimantan Utara sudah memiliki akses jaringan komunikasi yang memadai.

‎Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam pelayanan pemerintahan, pendidikan dan kesehatan. Utamanya di wilayah hulu Sungai Kayan.

‎“Kami menyadari di Bulungan itu ada 74 desa. Tidak semuanya aman dari blank spot. Masih ada wilayah yang belum terjangkau akses jaringan,” kata Syarwani kepada wartawan, Senin (15/12/2025).

Baca juga: 16 Titik Starlink di Bulungan Sudah Diaktifkan, Biaya 7 Bulan Pertama Ditanggung Pemkab

‎Dikatakan, sejak 2025 Pemkab Bulungan telah melakukan intervensi melalui APBD dengan memanfaatkan teknologi informasi yang tersedia. Salah satunya bekerja sama dengan perusahaan penyedia akses internet berbasis satelit, yakni Starlink. ‎ ‎

Fasilitas tersebut dipasang sebagai ruang akses terbuka bagi masyarakat di daerah blank spot.

“Kami intervensi melalui APBD sejak tahun 2025, dengan memanfaatkan teknologi yang ada. Salah satunya Starlink, agar masyarakat di daerah blank spot, khususnya di wilayah pedalaman dan hulu, tetap bisa mengakses layanan berbasis digital,” ungkapnya.

Pada tahun ini, Pemkab Bulungan telah menyalurkan sekitar 28 unit Starlink yang diprioritaskan untuk fasilitas pelayanan publik. ‎ ‎“Kami prioritaskan di kantor desa, sekolah, serta di sektor kesehatan melalui posyandu dan pustu di desa yang selama ini blank spot,” ujarnya.

‎Bupati menjelaskan, keberadaan perangkat Starlink. Di mana masyarakat dapat mengakses internet dengan mudah, sangat membantu aktivitas administrasi dan pelayanan publik, terutama yang terhubung langsung dengan sistem nasional. ‎ ‎“Untuk pendidikan, ini sangat membantu pengelolaan data pokok pendidikan (Dapodik)," bebernya.

Bupati Bulungan Syarwani 02 15122025.jpg
ATASI BLANK SPOT - Bupati Bulungan Syarwani saat melakukan kunjungan di wilayah Kecamatan Peso. Di beberapa desa pada kecamatan ini belum bisa akses internet atau blank spot.

‎Begitu juga di bidang kesehatan, agar konektivitas program Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dengan daerah bisa diakses langsung oleh tenaga kesehatan.

“Bayangkan, selama ini petugas di pedalaman harus turun ke ibu kota hanya untuk mengunggah data. Biaya satu kali turun bisa Rp 500 ribu, kalau pulang-pergi bisa sampai Rp 1 juta. Ini tentu sangat memberatkan,” tegasnya.

‎Karena itu, ia menilai kehadiran Starlink menjadi solusi nyata dalam menjawab kebutuhan konektivitas digital di wilayah terpencil. ‎ ‎“Kami bersyukur dengan adanya teknologi Starlink ini, kebutuhan akan akses teknologi bisa terbantu secara signifikan,” katanya.

‎Kedepan, Pemkab Bulungan akan kembali memperluas cakupan layanan tersebut. Pada tahun 2026, pemerintah daerah menargetkan penambahan sekitar 30 unit perangkat Starlink baru.

‎“Tahun depan kami masih akan intervensi sekitar 30 unit Starlink lagi, supaya layanan pemerintahan desa, pendidikan, dan kesehatan bisa lebih maksimal,” tandasnya.

(*)

Penulis: Edy Nugroho 

Sumber: Tribun Kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved