Selasa, 19 Mei 2026

Berita Tana Tidung Terkini

10 Sekolah Diresmikan jadi Pilot Project Sekolah Unggul Masuk Desa di KTT, Evaluasi Libatkan UNM 

Sebanyak 10 sekolah di KTT diresmikan sebagai sekolah yang menerapkan program Sekolah Unggul Masuk Desa.

Tayang:
Penulis: Rismayanti | Editor: M Purnomo Susanto
Dok BPJS Ketenagakerjaan/Rismayanti
DITUNJUK TERAPKAN SUMD - Peresmian program SUMD di Pendopo Djaparudin, Jalan Inhutani, Tideng Pale, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kaltara, Rabu (17/12/2025). 10 sekolah ditunjuk jadi pilot project terapkan SUMD. 

TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Sebanyak 10 sekolah di Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara diresmikan sebagai sekolah yang menerapkan program Sekolah Unggul Masuk Desa ( SUMD ) yang merupakan bagian dari program Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali KTT Unggul.

Konsep SUMD yang resmi diluncurkan Pemerintah Kabupaten Tana Tidung sebagai upaya pemerataan dan peningkatan mutu pendidikan berbasis desa.

Kepada TribunKaltara.com, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tana Tidung, Arman Jauhari  menyampaikan SUMD merupakan model sekolah unggulan yang tidak menerapkan sistem asrama.

Melainkan menjadi pusat praktik baik pembelajaran, tata kelola sekolah, serta penguatan karakter yang dapat diimbaskan ke sekolah-sekolah lain di sekitarnya.

Baca juga: Sekolah Unggul Masuk Desa Diresmikan, Pemkab KTT Gandeng Universitas Negeri Malang Sebagai Pengonsep

Diketahui SUMD ini sendiri merupakan pengganti dari program boarding school yang kini telah dihapuskan.

“SUMD adalah model sekolah unggulan berbasis desa yang berfungsi sebagai pusat praktik baik pembelajaran, manajemen sekolah, dan penguatan karakter, untuk mengimbaskan mutu pendidikan ke sekolah lain tanpa sistem asrama,” ujar Arman Jauhari, Rabu (17/12/2025).

Ia menyebutkan terdapat sejumlah indikator yang menjadi penunjuk dalam penetapan sekolah sebagai pilot project SUMD.

Indikator tersebut meliputi kesiapan sumber daya manusia, infrastruktur dasar, dukungan masyarakat dan pemerintah desa, serta potensi pengimbasan mutu ke sekolah sekitar.

“Indikator utamanya kesiapan SDM, infrastruktur dasar yang memadai, dukungan masyarakat dan pemerintah desa, serta potensi pengimbasan ke sekolah lain,” sebutnya.

Berdasarkan indikator tersebut, Pemkab Tana Tidung telah menetapkan 10 sekolah sebagai pilot project, terdiri dari lima sekolah dasar (SD) dan lima sekolah menengah pertama (SMP).

Penetapan ini tertuang dalam SK Bupati Tana Tidung Nomor 100.3.3.2/106/KI-1/2025.

Arman menambahkan SUMD resmi diluncurkan pada Rabu (17/12/2025) dan langsung diterapkan di sekolah-sekolah yang telah ditetapkan, dengan pendampingan berkelanjutan hingga tahun 2028.

“SUMD resmi diluncurkan 17 Desember 2025 dan penerapan di sekolah dimulai langsung pasca launching, pendampingan akan dilakukan berkelanjutan tahun 2026 sampai 2028,” ungkapnya.

Terkait evaluasi, ia  seluruh sekolah SUMD wajib menjalani penilaian secara berkala.

Evaluasi dilakukan melalui monitoring kinerja sekolah, peninjauan proses pembelajaran dan manajemen, serta pelaporan digital melalui Learning Development Centre (LDC).

Sumber: Tribun Kaltara
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved