Senin, 8 Juni 2026

Berita Malinau Terkini

Kisah Ratusan Ulos: Ekspresi Natal Komunitas Batak untuk Paroki Santo Stefanus Malinau

Paroki Santo Stefanus Malinau, Kalimantan Utara, kembali menghadirkan kisah menarik menjelang perayaan Natal.

Tayang:
Penulis: Mohamad Supri | Editor: M Purnomo Susanto
TribunKaltara.com/Mohamad Supri
BERHIAS ULOS – Ragam dekorasi bernuansa Batak menghiasi Gereja Katolik Paroki Santo Stefanus Malinau menjelang Misa Malam Natal 2025. Meski umat Katolik Batak di Malinau berjumlah belasan orang, komunitas kecil ini menghadirkan ratusan kain ulos sebagai ekspresi iman dan budaya. 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU Paroki Santo Stefanus Malinau, Kalimantan Utara, kembali menghadirkan kisah menarik menjelang perayaan Natal.

Keberagaman budaya yang menjadi ciri khas umat Katolik di paroki ini terus dirawat melalui perayaan Natal yang setiap tahunnya mengangkat tema budaya berbeda.

Pelibatan paguyuban umat dalam kepanitiaan Natal dilakukan secara bergilir, sebagai bagian dari upaya membangun kebersamaan dan partisipasi umat, dengan tetap berada dalam pendampingan pastor paroki dan Dewan Pastoral Paroki. 

Tahun ini, giliran umat Katolik dari suku Batak yang dipercaya ikut ambil bagian mengekspresikan iman melalui nuansa budaya dalam perayaan Natal.

Baca juga: 30 Pantun Natal Terbaru, Warga Kaltara Bisa Kirim ke Teman Kamis 25 Desember 2025

--Komunitas Kecil dengan Semangat Besar

Dari komunitas kecil umat Katolik Batak, lahir perayaan Natal bernuansa budaya yang kuat, sarat makna iman, persatuan, dan penghargaan terhadap keberagaman.

Interior gereja dipenuhi warna-warni kain ulos, tenun khas Batak yang menghiasi pilar-pilar gereja. 

Di depan altar, berdiri kandang Natal yang dirancang menyerupai rumah adat Batak dari Tanah Toba.

 Sekilas, suasana ini seolah membawa umat dari Kalimantan Utara menuju Sumatera Utara.

Namun di balik kemeriahan visual tersebut, tersimpan kisah iman yang sederhana, jujur, dan sangat manusiawi.

Ketua Panitia Natal 2025 Paroki Santo Stefanus Malinau, Banuara Sihombing, menuturkan bahwa pengangkatan tema budaya Batak telah direncanakan sejak tahun sebelumnya oleh pastor paroki bersama Dewan Pastoral Paroki.

 Hal ini dimaknai sebagai bagian dari komitmen Gereja Katolik untuk memberi ruang bagi setiap suku mengekspresikan iman dalam konteks budaya masing-masing.

Keistimewaan Natal tahun ini semakin terasa karena umat Katolik Batak di Paroki Santo Stefanus Malinau tergolong sangat sedikit.

“Berdasarkan data panitia, umat Katolik dari suku Batak di paroki ini hanya sekitar belasan orang, termasuk kaum muda dan yang belum berkeluarga,” kata Banuara Sihombing saat ditemui TribunKaltara.com di sela persiapan, Rabu (24/12/2025).

Meski merupakan komunitas kecil dan minoritas di tengah keberagaman suku dan etnis di Malinau, umat Katolik Batak dipercaya ikut menghadirkan wajah Natal paroki tahun ini.

Sumber: Tribun Kaltara
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved