Berita Malinau Terkini
Kisah Ratusan Ulos: Ekspresi Natal Komunitas Batak untuk Paroki Santo Stefanus Malinau
Paroki Santo Stefanus Malinau, Kalimantan Utara, kembali menghadirkan kisah menarik menjelang perayaan Natal.
Penulis: Mohamad Supri | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU – Paroki Santo Stefanus Malinau, Kalimantan Utara, kembali menghadirkan kisah menarik menjelang perayaan Natal.
Keberagaman budaya yang menjadi ciri khas umat Katolik di paroki ini terus dirawat melalui perayaan Natal yang setiap tahunnya mengangkat tema budaya berbeda.
Pelibatan paguyuban umat dalam kepanitiaan Natal dilakukan secara bergilir, sebagai bagian dari upaya membangun kebersamaan dan partisipasi umat, dengan tetap berada dalam pendampingan pastor paroki dan Dewan Pastoral Paroki.
Tahun ini, giliran umat Katolik dari suku Batak yang dipercaya ikut ambil bagian mengekspresikan iman melalui nuansa budaya dalam perayaan Natal.
Baca juga: 30 Pantun Natal Terbaru, Warga Kaltara Bisa Kirim ke Teman Kamis 25 Desember 2025
--Komunitas Kecil dengan Semangat Besar
Dari komunitas kecil umat Katolik Batak, lahir perayaan Natal bernuansa budaya yang kuat, sarat makna iman, persatuan, dan penghargaan terhadap keberagaman.
Interior gereja dipenuhi warna-warni kain ulos, tenun khas Batak yang menghiasi pilar-pilar gereja.
Di depan altar, berdiri kandang Natal yang dirancang menyerupai rumah adat Batak dari Tanah Toba.
Sekilas, suasana ini seolah membawa umat dari Kalimantan Utara menuju Sumatera Utara.
Namun di balik kemeriahan visual tersebut, tersimpan kisah iman yang sederhana, jujur, dan sangat manusiawi.
Ketua Panitia Natal 2025 Paroki Santo Stefanus Malinau, Banuara Sihombing, menuturkan bahwa pengangkatan tema budaya Batak telah direncanakan sejak tahun sebelumnya oleh pastor paroki bersama Dewan Pastoral Paroki.
Hal ini dimaknai sebagai bagian dari komitmen Gereja Katolik untuk memberi ruang bagi setiap suku mengekspresikan iman dalam konteks budaya masing-masing.
Keistimewaan Natal tahun ini semakin terasa karena umat Katolik Batak di Paroki Santo Stefanus Malinau tergolong sangat sedikit.
“Berdasarkan data panitia, umat Katolik dari suku Batak di paroki ini hanya sekitar belasan orang, termasuk kaum muda dan yang belum berkeluarga,” kata Banuara Sihombing saat ditemui TribunKaltara.com di sela persiapan, Rabu (24/12/2025).
Meski merupakan komunitas kecil dan minoritas di tengah keberagaman suku dan etnis di Malinau, umat Katolik Batak dipercaya ikut menghadirkan wajah Natal paroki tahun ini.
| Kawasan Kuliner Pelangi di Malinau Kota Dibangun Kembali, Warga Minta Tetap Buka Akses ke Pasar Desa |
|
|---|
| Pemkab Malinau Bangun Kembali Kawasan Kuliner Pelangi, Kini Masuk Tahapan Perencanaan Fisik |
|
|---|
| Rehabilitasi Pasar Induk Malinau, Ratusan Pedagang Dialihkan ke Lapak Darurat |
|
|---|
| Sensus Ekonomi 2026 Data Kondisi Perekonomian Lokal, Pelaku Usaha hingga Konten Kreator di Survei |
|
|---|
| Pemkab Malinau Mulai Renovasi Bangunan di Kawasan Pasar Induk, Alokasikan Anggaran Rp 1,3 Miliar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/Gereja-Katolik-Malinau-241225.jpg)