Sabtu, 25 April 2026

Berita Nunukan Terkini

SOA Penumpang Udara 2026 Sebesar Rp 8,4 Miliar, DPRD Nunukan Tekankan Manfaat bagi Warga Perbatasan

Wakil Ketua 1 DPRD Nunukan Arpiah sebut soa penumpang di Krayan dan Binuang dilakukan karena ini merupakan jalur mobilitas warga.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: Junisah
TribunKaltara.com/Febrianus Felis
LAUNCHING SOA 2026 - Wakil Ketua I DPRD Nunukan, Arpiah, mengatakan Alokasi anggaran Subsidi Ongkos Angkutan (SOA) Penumpang Udara sebesar Rp 8,4 miliar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan pada 2026 dinilai menjadi langkah strategis dalam membuka akses dasar masyarakat wilayah perbatasan, khususnya di Kecamatan Krayan. 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN – Alokasi anggaran Subsidi Ongkos Angkutan (SOA) Penumpang Udara sebesar Rp 8,4 miliar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan pada 2026 dinilai menjadi langkah strategis dalam membuka akses dasar masyarakat perbatasan, khususnya di Kecamatan Krayan, Nunukan Kalimantan Utara.

Subsidi tersebut diperuntukkan bagi rute penerbangan perintis Nunukan–Long Bawang dan Nunukan–Binuang, yang selama ini menjadi jalur vital bagi mobilitas warga Krayan menuju pusat layanan pemerintahan, pendidikan, dan kesehatan.

Wakil Ketua I DPRD Nunukan, Arpiah, mengatakan SOA penumpang udara bukan semata soal transportasi, tetapi berkaitan langsung dengan kualitas hidup masyarakat perbatasan.

“Dengan adanya subsidi ini, warga Krayan tidak lagi terbebani biaya tinggi untuk perjalanan udara. Akses ke Nunukan menjadi lebih mudah dan cepat,” ujar Arpiah kepada TribunKaltara.com, Rabu (7/1/2026).

Baca juga: Pastikan Masyarakat Perbatasan di Nunukan Terhubung dengan Pemerintahan, Diluncurkan SOA Penumpang

Ia menuturkan, sebelumnya perjalanan dari Krayan ke Nunukan bisa memakan waktu berhari-hari melalui jalur darat dan sungai, dengan risiko cuaca dan biaya besar.

Kini, perjalanan tersebut dapat ditempuh hanya dalam hitungan jam menggunakan transportasi udara.

“Kondisi ini sangat membantu, terutama bagi anak-anak sekolah dan pasien yang membutuhkan rujukan medis. Akses layanan dasar menjadi jauh lebih manusiawi,” ucapnya.

Selain berdampak pada sektor pendidikan dan kesehatan, Arpiah menilai subsidi penerbangan perintis juga berpotensi mendorong pergerakan ekonomi masyarakat Krayan.

Biaya tiket yang lebih terjangkau akan membuat warga lebih aktif beraktivitas, baik untuk perdagangan, jasa, maupun pengembangan potensi lokal.

Baca juga: SOA Penumpang Pesawat Pulang Pergi Krayan-Nunukan Kaltara Tahun ini Dianggarkan 286 Flight

“Kalau akses sudah terbuka, ekonomi pasti ikut bergerak. Krayan punya banyak potensi, dan transportasi adalah kunci utamanya,” tuturnya.

Meski demikian, DPRD Nunukan mengingatkan pentingnya pengelolaan anggaran subsidi secara tepat sasaran.

Sinergi antara pemerintah daerah, maskapai, dan pihak terkait menjadi faktor penentu agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat.

“Jangan sampai ada kendala teknis atau administrasi yang justru menghambat warga memanfaatkan fasilitas ini,” kata Arpiah.

Pemkab Nunukan menargetkan program SOA Penumpang Udara berjalan sepanjang 2026 dengan evaluasi berkala.

DPRD memastikan akan mengawal pelaksanaan program tersebut agar sesuai tujuan awal, yakni memperkuat konektivitas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan.

LAUNCHING SOA 2026 - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga keberlangsungan layanan transportasi udara bagi masyarakat wilayah perbatasan, khususnya di dataran tinggi Krayan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peluncuran program Subsidi Ongkos Angkut (SOA) penumpang rute Nunukan–Long Bawan dan Nunukan–Binuang yang dimulai pada Selasa (06/01/2026).
LAUNCHING SOA 2026 - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga keberlangsungan layanan transportasi udara bagi masyarakat wilayah perbatasan, khususnya di dataran tinggi Krayan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peluncuran program Subsidi Ongkos Angkut (SOA) penumpang rute Nunukan–Long Bawan dan Nunukan–Binuang yang dimulai pada Selasa (06/01/2026). (TribunKaltara.com/Febrianus Felis)

“Ini bukan hanya soal penerbangan, tapi tentang bagaimana negara hadir di wilayah terluar. Harapannya, Krayan semakin terhubung dengan Nunukan dan masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” ungkapnya.

(*)

Penulis: Febrianus Felis

Sumber: Tribun Kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved