Berita Nunukan Terkini
SOA Penumpang Udara 2026 Sebesar Rp 8,4 Miliar, DPRD Nunukan Tekankan Manfaat bagi Warga Perbatasan
Wakil Ketua 1 DPRD Nunukan Arpiah sebut soa penumpang di Krayan dan Binuang dilakukan karena ini merupakan jalur mobilitas warga.
Penulis: Febrianus Felis | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN – Alokasi anggaran Subsidi Ongkos Angkutan (SOA) Penumpang Udara sebesar Rp 8,4 miliar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan pada 2026 dinilai menjadi langkah strategis dalam membuka akses dasar masyarakat perbatasan, khususnya di Kecamatan Krayan, Nunukan Kalimantan Utara.
Subsidi tersebut diperuntukkan bagi rute penerbangan perintis Nunukan–Long Bawang dan Nunukan–Binuang, yang selama ini menjadi jalur vital bagi mobilitas warga Krayan menuju pusat layanan pemerintahan, pendidikan, dan kesehatan.
Wakil Ketua I DPRD Nunukan, Arpiah, mengatakan SOA penumpang udara bukan semata soal transportasi, tetapi berkaitan langsung dengan kualitas hidup masyarakat perbatasan.
“Dengan adanya subsidi ini, warga Krayan tidak lagi terbebani biaya tinggi untuk perjalanan udara. Akses ke Nunukan menjadi lebih mudah dan cepat,” ujar Arpiah kepada TribunKaltara.com, Rabu (7/1/2026).
Baca juga: Pastikan Masyarakat Perbatasan di Nunukan Terhubung dengan Pemerintahan, Diluncurkan SOA Penumpang
Ia menuturkan, sebelumnya perjalanan dari Krayan ke Nunukan bisa memakan waktu berhari-hari melalui jalur darat dan sungai, dengan risiko cuaca dan biaya besar.
Kini, perjalanan tersebut dapat ditempuh hanya dalam hitungan jam menggunakan transportasi udara.
“Kondisi ini sangat membantu, terutama bagi anak-anak sekolah dan pasien yang membutuhkan rujukan medis. Akses layanan dasar menjadi jauh lebih manusiawi,” ucapnya.
Selain berdampak pada sektor pendidikan dan kesehatan, Arpiah menilai subsidi penerbangan perintis juga berpotensi mendorong pergerakan ekonomi masyarakat Krayan.
Biaya tiket yang lebih terjangkau akan membuat warga lebih aktif beraktivitas, baik untuk perdagangan, jasa, maupun pengembangan potensi lokal.
Baca juga: SOA Penumpang Pesawat Pulang Pergi Krayan-Nunukan Kaltara Tahun ini Dianggarkan 286 Flight
“Kalau akses sudah terbuka, ekonomi pasti ikut bergerak. Krayan punya banyak potensi, dan transportasi adalah kunci utamanya,” tuturnya.
Meski demikian, DPRD Nunukan mengingatkan pentingnya pengelolaan anggaran subsidi secara tepat sasaran.
Sinergi antara pemerintah daerah, maskapai, dan pihak terkait menjadi faktor penentu agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat.
“Jangan sampai ada kendala teknis atau administrasi yang justru menghambat warga memanfaatkan fasilitas ini,” kata Arpiah.
Pemkab Nunukan menargetkan program SOA Penumpang Udara berjalan sepanjang 2026 dengan evaluasi berkala.
DPRD memastikan akan mengawal pelaksanaan program tersebut agar sesuai tujuan awal, yakni memperkuat konektivitas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan.
“Ini bukan hanya soal penerbangan, tapi tentang bagaimana negara hadir di wilayah terluar. Harapannya, Krayan semakin terhubung dengan Nunukan dan masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” ungkapnya.
(*)
Penulis: Febrianus Felis
| BPBD Nunukan Gelar Simulasi Karhutla 2026, Tentara hingga Polisi Terlibat |
|
|---|
| Kronologi Sopir di Nunukan Ditangkap Polisi saat Selundupkan 5 Calon PMI Asal Sulawesi |
|
|---|
| Hari Kartini, TP PKK Nunukan Gelar Lomba Masak Kreasi Nusantara, GOR Dwikora Disulap Jadi Dapur |
|
|---|
| Mantan Karyawan Toko di Nunukan Tipu Konsumen, Uang Muka Rp 3 Juta Raib, Begini Kronologinya |
|
|---|
| Deklarasi Zero Halinar di Lapas Nunukan, Perintah Berantas Oknum Petugas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/Wakil-Ketua-DPRD-Nunukan-Arpiah-07012026jpg.jpg)