Sabtu, 25 April 2026

Berita Nunukan Terkini

DPRD Nunukan Minta Jadwal Kapal Pengangkut BBM Diatur Bergantian

Wakil Ketua I DPRD Nunukan, Arpiah meminta jadwal kapal pengangkut Bahan Bakar Minyak dilakukan bergantian agar kelangkaan BBM tak terulang lagi.

TribunKaltara.com/Febrianus Felis
KELANGKAAN BBM NUNUKAN - Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Nunukan, Arpiah, menilai kelangkaan BBM yang terjadi harus menjadi bahan evaluasi bersama, khususnya terkait manajemen armada kapal pengangkut BBM yang melayani Nunukan. 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN – Distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) mulai menunjukkan perkembangan positif setelah kapal pengangkut dilaporkan telah bergerak dan dilakukan pembongkaran pada hari ini.

Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Nunukan, Arpiah, mengatakan terus memantau kondisi kelangkaan BBM yang belakangan dirasakan masyarakat di hampir seluruh wilayah Nunukan.

"Kami juga memantau perkembangannya. Informasi yang kami terima, tadi malam kapal sudah dalam perjalanan menuju Nunukan dan hari ini dilakukan pembongkaran. Bahkan ada yang menyampaikan besok atau Senin sudah bisa kembali beroperasi," ujar Arpiah kepada TribunKaltara.com, Sabtu (10/01/2026).

Meski mulai ada kepastian pasokan, Arpiah menilai kelangkaan BBM yang terjadi harus menjadi sorotan bersama.

Ia menilai manajemen armada kapal pengangkut BBM yang melayani Nunukan perlu dievaluasi.

Berdasarkan informasi yang diterima DPRD Nunukan, dari tiga kapal pengangkut BBM yang biasanya beroperasi, dua di antaranya sedang menjalani proses docking secara bersamaan.

"Docking kapal ini kan bisa karena beberapa hal, bisa perbaikan, pemeriksaan rutin, atau karena kerusakan. Kita memang tidak tahu detail teknisnya seperti apa," ucapnya.

Ilustrasi Petugas pengisian BBM saat melayani pelanggan Pertamina di salah satu SPBU. Kelangkaan BBM terjadi karena dua kapal pengangkut menjalani docking bersamaan, DPRD Nunukan menekankan perlunya manajemen armada agar pasokan tetap terjaga, Sabtu (10/1/2026).
Ilustrasi Petugas pengisian BBM saat melayani pelanggan Pertamina di salah satu SPBU. Kelangkaan BBM terjadi karena dua kapal pengangkut menjalani docking bersamaan, DPRD Nunukan menekankan perlunya manajemen armada agar pasokan tetap terjaga, Sabtu (10/1/2026). (ARSIP - TribunKaltara.com)

Baca juga: BBM Kembali Langka, Pendistribusian ke Nunukan Kalimantan Utara Tersendat Gegara Kapal Docking

Namun demikian, Arpiah menekankan ke depan perlu ada pengaturan jadwal docking yang lebih baik agar tidak seluruh kapal berhenti beroperasi dalam waktu yang bersamaan.

"Kalau memang dari tiga kapal hanya satu yang bisa beroperasi, kenapa tidak diatur jadwal dock-nya secara bergantian. Supaya suplai BBM ke Nunukan tetap berjalan dan tidak menimbulkan kelangkaan," tuturnya.

Ia juga mengakui, kondisi kelangkaan BBM ini cukup meresahkan dan menempatkan masyarakat dalam situasi dilematis, terutama bagi warga yang sangat bergantung pada BBM untuk aktivitas ekonomi dan kebutuhan sehari-hari.

Arpiah turut mengingatkan agar kondisi kelangkaan tidak dimanfaatkan pihak-pihak tertentu yang masih memiliki stok BBM untuk meraih keuntungan berlebihan.

"Kita berharap ini tidak menjadi kesempatan bagi pihak tertentu untuk menjual BBM dengan harga yang sangat tinggi," kata Arpiah.

Baca juga: Bupati Nunukan Beber Penyebab Kelangkaan BBM, Pastikan Distribusi Segera Normal

"Kalau memang harus ada penyesuaian harga, sebaiknya dikondisikan dan tidak sampai mencekik masyarakat Nunukan," ujarnya menambahkan.

DPRD Nunukan, lanjut Arpiah, mendorong pemerintah daerah dan pihak terkait untuk memperkuat koordinasi dengan penyedia BBM agar distribusi energi ke wilayah perbatasan seperti Nunukan dapat berjalan lebih terjamin ke depannya.

"Yang paling penting, kebutuhan masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama," ungkapnya.

(*)

Penulis: Febrianus Felis

Sumber: Tribun Kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved