Berita Malinau Terkini
Jaringan Internet IndiHome dan Telkomsel di Malinau Gangguan, Syarif: Tersambung Tapi Lelet
Di Malinau Kalimantan Utara jaringan internet Indihome dan Telkomsel juga alami gangguan, pemilik kos bernama Syarif ngaku rugi.
Penulis: Mohamad Supri | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU- Layanan penyedia jasa jaringan internet IndiHome dan Telkomsel gangguan dari pagi hingga siang ini, Kamis (22/1/2026) di Malinau Kalimantan Utara. Kondisi ini dikeluhkan para pengguna jasa skala rumah tangga, indekos, hingga perkantoran.
Pemilik indekos di Malinau Kota, Syarif, mengatakan sebagai pengguna jasa layanan jaringan internet Indihome dan Telkomsel gangguan dari kemarin sampai hari ini.
"Sebenarnya dari seminggu lalu. Kemarin itu hampir seharian. Kadang ada (koneksi) kadang putus. Kalaupun tersambung biasanya lelet (lambat)," ucap Syarif, Kamis (22/1/2026).
Menurut Syarif, puncak gangguan jaringan internet terjadi pagi hingga siang tadi sekira pukul 13.00 WITA.
Baca juga: Gangguan Jaringan Internet Hambat Verifikasi KLA dan SPMB Kaltara di Malinau, Ini Penyebabnya
Dengan adanya jaringan internet alami gangguan, pria yang memiliki kos lima pintu ini mengaku merasa dirugikan, karena jaringan internet merupakan satu dari benefit di kosan miliknya dengan tarif tambahan model urunan.
"Dirugikan. Karena ini kan jualan kita juga supaya orang ngekos. Bukan hari ini saja, hampir setiap saat gangguan. Dalam seminggu, tiga hari minimal pasti ada. Kami tidak ambil untung tapi sistemnya urunan dan penghuni selalu mengeluh itu," katanya.
Biasanya gangguan jaringan internet di Malinau gejala serentak, dan bersamaan untuk jaringan IndiHome dan seluler. Namun beberapa hari terakhir, kendala jaringan WiFi terjadi bertahap dimulai dari IndiHome dan kemudian menjalar ke jaringan seluler.
Rider, ojek online, hingga penyedia jasa kurir di Malinau juga mengalami kendala serupa. Ojek online di Bandara Malinau, Rasyid, menyampaikan gangguan ini hanya dia rasakan pada provider Telkomsel.
Sedangkan pada provider lain, jaringan tersedia lancar. Dampak negatifnya, Rasyid harus mengeluarkan dana ganda hanya agar tetap bisa bekerja.
"Telkomsel berapa hari ini rusak terus. Pagi siang tadi ada tertulis 4G tapi jaringan tidak ada. Tapi herannya IM3 sama XL bagus. Susahnya kita harus selalu beli dua kartu isi rutin dua kali sebulan, jadi pengeluaran double," katanya.
Mantan tenaga honorer di Pemkab Malinau ini menyebutkan, dengan kondisi tersebut, dia mau tak mau harus menyiapkan beralih ke provider lain sewaktu-waktu terdapat gangguan. Jika dihitung, biaya pengeluarannya membengkak hingga 50 persen.
"Telkomsel Rp150 ribu lah minimal sebulan, tambah kartu lain, wajib isi Rp100 ribu. Artinya Rp250 ribu cuma buat kuota," katanya.
Sementara itu, pantauan TribunKaltara.com, gangguan jaringan internet serupa terjadi pada sejumlah kantor pelayanan, swasta, hingga pemerintahan.
Beberapa di antaranya telah mencadangkan beralih ke jenis internet satelit. Sebagian lagi hanya menunggu koneksi membaik.
(*)
Penulis: Mohammad Supri
| Efisiensi Anggaran, ASN Pemkab Malinau Batasi Pemakaian Listrik di Kantor dan Rapat Daring |
|
|---|
| Theofilus Direktur Baru Perumda Intimung Malinau, Langkah Awalnya Benahi Internal Organisasi |
|
|---|
| Disdukcapil Malinau Sebut Ada 3.325 Warga Masuk Daftar Wajib KTP hingga Maret 2026 |
|
|---|
| Disdukcapil Malinau Sebut 931 warga di 15 Kecamatan Belum Rekam KTP, Didominasi Wilayah Perkotaan |
|
|---|
| Disdik Evaluasi Program Wajib Belajar Malinau Maju, Target Pendidikan Nonformal dan Kesetaraan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/Internet-di-Malinau-gangguan-21012025jpg.jpg)