DPRD Kaltara Kunjungi Fuel Terminal
Pertamina Maksimalkan Pengiriman BBM Lewat Laut hingga Udara, Segini Stok di Fuel Terminal Tarakan
Manager Fuel Terminal Tarakan PT Pertamina Patra Niaga, Hario Somapangestu sebutkan stok BBM sepeti pertalite, pertamax dan Bisosolar.
Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
Ringkasan Berita:
- Pertamina menjamin pasokan BBM di Fuel Terminal Tarakan mencukupi untuk Ramadan 2026, terutama stok Biosolar dan Pertalite.
- Terminal Tarakan menyuplai 1.000–1.500 KL per hari, di mana 70 persen alokasi dikirim ke Malinau, Nunukan, dan perbatasan.
- Ketersediaan dijaga melalui kedatangan rutin kapal tanker serta pengiriman via laut dan udara ke wilayah pelosok.
TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - PT Pertamina Fuel Tarakan memaparkan update terkini kondisi stok produksi di Fuel Terminal Tarakan, Rabu (4/3/2026). Mulai dari ketersediaan BBM, kapasitas tangki, pergerakan kapal tanker yang melakukan suplai ke terminal hingga upaya maksimal pengiriman BBM lewat laut dan udara.
Pada tabel utama terlihat sejumlah produk BBM yang tercatat, di antaranya pertamax, pertalite, Biosolar (B40), Solar (B0), Avtur, Dexlite dan Kerosene. Masing-masing produk dilengkapi data pumpable stock (stok yang dapat disalurkan), ullage (ruang kosong tangki), serta indikator lainnya seperti DOT dan CD.
Untuk stok yang tersedia dijabarkan Manager Fuel Terminal Tarakan PT Pertamina Patra Niaga, Hario Somapangestu, pertamax tercatat memiliki pumpable stock 76 KL.
Ada pertalite, 657 KL. Biosolar (B40) menjadi yang terbesar dengan 4.335 KL. Kemudian untuk Solar (B0) 773 KL, Avtur ada 1.519 KL, Dexlite dan Kerosene tercatat dalam status DPS dan DPK.
Baca juga: Soal Antrean Panjang Kendaraan di APMS Tarakan dan Bulungan, Begini Penjelasan Pertamina
Pada bagian penyaluran, data menunjukkan distribusi kemarin dan rencana hari ini. Penjualan tertinggi kemarin berasal dari Biosolar (309 KL), disusul Pertalite (133 KL) dan Pertamax (31 KL).
Sementara untuk rencana hari ini, terdapat tambahan pasokan melalui skema floating dengan jumlah signifikan, terutama Biosolar 9.500 KL dan Pertalite 1.500 KL.
Di bagian bawah laporan terdapat informasi Movement Tanker atau pergerakan kapal pengangkut BBM. Beberapa kapal yang tercatat antara lain ada MT Transko Taurus, memuat Biosolar 5.500 KL dari RU V Balikpapan/STS, telah melakukan bongkar muat pada 3 Maret 2026.
Ada MT Mutiara Global, membawa Pertalite 1.500 KL, Pertamax 500 KL, dan Biosolar 4.000 KL, dengan status waiting jetty sejak 25 Februari 2026.
Lalu ada juga MT Sultan Abdul Rahman, membawa Pertalite 2.000 KL dan Biosolar 3.000 KL, dengan estimasi kedatangan 4 Maret 2026 dan status incoming.
Baca juga: Breaking News, DPRD Kaltara Kunjugi Fuel Terminal Tarakan, Soroti Antrean Panjang Kendaraan di SPBU
Secara keseluruhan, laporan ini menggambarkan kondisi stok BBM di terminal dalam keadaan terpantau, dengan suplai rutin melalui kapal tanker untuk menjaga ketersediaan distribusi di wilayah tersebut.
Hario Somapangestu menambahkan, di Lingkas Ujung untuk stok produk gasoline dan gasoil di momen Satgas Rafi pun dalam kondisi cukup. Itu untuk Kaltara dan Tarakan.
Selama Ramadan 2026, kebutuhan di kisaran 1.000 KL hingga 1.500 KL per day. Data tahun lalu, tidak ada peningkatan jumlah produk yang cukup signifikan.
"Dan kami nyatakan cukup untuk stok kami di Tarakan maupun di wilayah Kaltara. Termasuk Malinau, Nunukan dan Sebatik," paparnya.
Jika ada lonjakan, pasti akan menghitung kebutuhan dan berkoordinasi dengan SBM retail.
"Namun sejauh ini kami cukup untuk kebutuhan BBM gasoline maupun gas oil di wilayah Tarakan ini," paparnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/Haria-Manafer-Fuel-Terminal-Tarakan-04032026jpg.jpg)