Rabu, 3 Juni 2026

Berita Nunukan Terkini

Mudik Lebaran Lewat Nunukan? Ini Info Penting soal Kapal Pelni hingga Tiket

Ini informasi penting soal Kapal Pelni hingga tiket buat mudik lebaran, bagi Anda yang hendak lewat Nunukan>

Tayang:
Penulis: Fatimah Majid | Editor: Amiruddin
TribunKaltara.com/Fatimah Majid
PELNI - Suasana di loket Pelni Nunukan, pada Kamis (5/3/2026). PT Pelni Cabang Nunukan memastikan seluruh persiapan angkutan Lebaran telah siap, mulai dari armada kapal hingga sistem pembelian tiket yang kini semakin mudah. Ini informasi penting soal Kapal Pelni hingga tiket buat mudik lebaran, bagi Anda yang hendak lewat Nunukan. (TribunKaltara.com/Fatimah Majid) 
Ringkasan Berita:
  • Kapal Pelni yang beroperasi yakni KM Lambelu, KM Bukit Siguntang, dan 1 kapal perintis, melayani rute jarak dekat (Balikpapan, Parepare, Makassar) dan jarak jauh (Kupang, Larantuka, Lewoleba).
  • Tiket bisa dibeli 30 hari sebelum keberangkatan melalui aplikasi atau website Pelni, tidak perlu ke kantor cabang.
  • Kapal Pelni menampung ~1.999 penumpang, saat Lebaran hingga ~2.987; penumpang diimbau membawa barang secukupnya dan selalu waspada.

 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Kabar penting bagi masyarakat yang berencana mudik lebaran Idul Fitri 2026 menggunakan kapal laut. 

PT Pelni Cabang Nunukan memastikan seluruh persiapan angkutan lebaran Idul Fitri telah siap, mulai dari armada kapal hingga sistem pembelian tiket yang kini semakin mudah.

Meski diprediksi terjadi lonjakan penumpang menjelang Hari Raya Idulfitri, Pelni memastikan tidak ada penambahan armada di Nunukan.

Kepala Cabang PT Pelni Nunukan, Sudjito, mengatakan saat ini hanya dua kapal utama yang beroperasi, yakni KM Lambelu dan KM Bukit Siguntang, ditambah satu kapal perintis yang rutin singgah di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan.

“Untuk sementara di cabang Nunukan tidak ada penambahan armada.

Armada kami yang beroperasi dua kapal yaitu KM Lambelu dan KM Bukti Siguntang. Ditambah 1 kapal perintis,” ujar Sudjito, kepada TribunKaltara.com, Kamis (5/3/2026).

 

PELNI - Kepala Cabang Pelni Nunukan, Sudjito, saat ditemui di Nunukan baru-baru ini. PT Pelni Cabang Nunukan memastikan seluruh persiapan angkutan Lebaran telah siap, mulai dari armada kapal hingga sistem pembelian tiket yang kini semakin mudah.(TribunKaltara.com/Fatimah Majid)
PELNI - Kepala Cabang Pelni Nunukan, Sudjito, saat ditemui di Nunukan baru-baru ini. PT Pelni Cabang Nunukan memastikan seluruh persiapan angkutan Lebaran telah siap, mulai dari armada kapal hingga sistem pembelian tiket yang kini semakin mudah. Ini informasi penting soal Kapal Pelni hingga tiket buat mudik lebaran, bagi Anda yang hendak  lewat Nunukan>  (TribunKaltara.com/Fatimah Majid) (TribunKaltara.com/Fatimah Majid)

 

Baca juga: Jauh dari Anak dan Istri, Ini Kisah Sudjito Pimpin Pelni Nunukan di Perbatasan RI-Malaysia

Keberangkatan kapal dimulai dari Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, yang terletak di Jalan Tien Soeharto, Nunukan Timur, Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara).

Kedua kapal tersebut melayani sejumlah rute.

Untuk perjalanan jarak dekat, kapal dari Nunukan melayani tujuan Balikpapan, Parepare, hingga Makassar.

Sementara rute jarak jauh menjangkau wilayah timur Indonesia seperti Kupang, Larantuka, hingga Lewoleba.

Lebih lanjut, Sudjito  juga mengingatkan calon penumpang agar tidak menunggu mendekati hari keberangkatan untuk membeli tiket.

Sebab, tiket kapal sudah bisa dibeli sejak 30 hari sebelum jadwal berangkat.

Kini pembelian tiket juga semakin praktis karena bisa dilakukan melalui aplikasi dan website resmi PT Pelayaran Nasional Indonesia.

Dengan sistem tersebut, calon penumpang tidak perlu lagi datang ke kantor cabang hanya untuk membeli tiket.

“Sekarang sudah sangat mudah, pembelian dan pembayaran bisa dilakukan secara online dari rumah,” ujarnya.

Menjelang puncak arus mudik, Pelni juga mendapat dispensasi dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia untuk menambah kapasitas penumpang.

Jika biasanya kapal hanya menampung sekitar 1.999 penumpang, saat masa Lebaran jumlahnya bisa meningkat hingga sekitar 2.987 penumpang.

Namun, penumpang tetap diimbau membawa barang secukupnya selama perjalanan agar kenyamanan di kapal tetap terjaga.

Selain itu, Pelni juga mengingatkan penumpang untuk selalu menjaga barang bawaan masing-masing, terutama saat kondisi kapal sedang penuh.

Lonjakan penumpang biasanya terjadi pada masa mudik sehingga kewaspadaan terhadap barang bawaan perlu ditingkatkan.

“Kami selalu berpesan kepada penumpang, bahwa di kapal akan terhadi lonjakan penumpang, di mana satu kapal akan mengalami penumpang melebihi daripada hari biasa

Kami mohon kepada penumpang agar membawa barang-barang seadanya atau secukupnya.

Selalu waspada terhadap barang bawaannya.

Jadi saya berharap kewaspadaan itu selalu ditingkatkan terbadap barang bawaannya,” tegas Sudjito.

Pihak Pelni juga selalu berkoordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Pelindo, serta Kesatuan Penjagaan dan Pengamanan Pelabuhan (KP3), guna memastikan seluruh aktivitas di pelabuhan berjalan lancar.

Melalui rapat koordinasi yang rutin dilakukan, masing-masing instansi memberikan masukan agar pelaksanaan kegiatan operasional dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

Kepala Cabang PT Pelni Nunukan juga menyebutkan, sinergi antarinstansi sangat penting, terutama dalam menghadapi berbagai kendala yang dapat memengaruhi jadwal pelayaran.

“Kami selalu berkoordinasi dengan instansi terkait, khususnya KSOP dan Pelindo yang sangat dekat dengan operasional pelabuhan, serta KP3.

Tujuannya agar pelayanan kepada penumpang tetap berjalan aman, lancar, dan terkendali,” ujarnya.

Pelni juga menyiapkan sistem pemberitahuan jika terjadi keterlambatan kapal akibat cuaca atau kendala lainnya.

Apabila keterlambatan mencapai lebih dari enam jam, informasi akan dikirim langsung kepada penumpang melalui SMS blast atau email.

“Kalau terjadi keterlambatan yang berpengaruh kepada penumpang, kami selalu memberikan informasi. Jika keterlambatan lebih dari enam jam, pemberitahuan akan disampaikan melalui SMS blast,” jelasnya.

Dalam sistem tersebut, kantor pusat telah memiliki data nomor telepon seluruh calon penumpang yang akan berangkat menggunakan kapal. 

Informasi mengenai keterlambatan kapal kemudian dikirimkan secara langsung kepada penumpang, termasuk jadwal terbaru keberangkatan.

Karena itu, calon penumpang disarankan mencantumkan nomor telepon aktif saat membeli tiket agar mudah menerima informasi dari Pelni.

(*)

Penulis: Fatimah Majid

 

Sumber: Tribun Kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved