Jumat, 8 Mei 2026

Berita Malinau Terkini

7 Kepala Keluarga Terdampak Tanah Longsor di Desa Long Berang Malinau, Rumah Dinas Rusak Berat

Camat Mentarang Hulu Paris sebut tujuh Kepala  Keluarga tenaga medis dan guru yang alami longsor terpaksa kehilangan tempat tinggal.

Tayang:
Penulis: Mohamad Supri | Editor: Junisah
HO-Warga Long Berang
WARGA TERDAMPAK - Kondisi rumah yang terdampak terjangan material tanah di Desa Long Berang, Kabupaten Malinau. Sebanyak tujuh kepala keluarga terdampak dalam musibah ini dan kini telah mendapatkan bantuan logistik dari pemerintah daerah. 
Ringkasan Berita:
  • Tanah longsor merusak rumah dinas dan menyebabkan 7 Kepala Keluarga (KK) yang terdiri dari tenaga kesehatan dan guru kehilangan tempat tinggal sementara.
  • Para korban telah dievakuasi ke lokasi aman; pendataan serta penyaluran bantuan logistik oleh Dinas Kesehatan dan BPBD Malinau terus berjalan.
  • Tim gabungan tetap bersiaga memantau pergerakan tanah dan mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi hujan lebat durasi lama.

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU- Tujuh Kepala Keluarga (KK) yang terdiri dari tenaga kesehatan dan guru terdampak tanah longsor yang menerjang Desa Long Berang, Kecamatan Mentarang Hulu, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara.

Peristiwa tanah longsor ini mengakibatkan kerusakan pada sejumlah rumah dinas setelah material lumpur dan kayu dari lereng bukit menghantam bangunan saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Pemerintah setempat telah mengevakuasi para korban ke lokasi yang lebih aman guna menghindari risiko jatuhnya korban jiwa akibat potensi pergerakan tanah susulan.

Langkah pengosongan bangunan dilakukan mengingat kondisi cuaca di wilayah hulu Malinau masih menunjukkan intensitas hujan deras yang cukup tinggi hingga saat ini.

Baca juga: Bersihkan Material Longsor di Pemukiman, Pemkab Malinau Kerahkan Alat Berat ke Desa Long Berang 

Camat Mentarang Hulu Paris menyampaikan tujuh Kepala  Keluarga tersebut kehilangan tempat tinggal sementara karena bangunan yang mereka huni mengalami kerusakan fisik yang cukup berat.

"Jadi longsor ini airnya dari atas turun bawa batang sama tanah, ada beberapa rumah nakes yang terdampak dan satu guru SMA, total ada tujuh KK yang kena," ujar Paris.

Pihak kecamatan bersama Dinas Kesehatan serta BPBD Malinau terus melakukan pendataan serta penyaluran bantuan logistik bagi warga yang rumahnya tidak lagi dapat ditempati.

Selain fokus pada penanganan material, pemerintah daerah juga memberikan perhatian khusus pada aspek keselamatan warga yang bermukim di sekitar titik rawan longsoran.

Paris menegaskan agar seluruh warga yang terdampak tidak memaksakan diri untuk kembali atau beraktivitas di dalam rumah dinas yang telah rusak dalam waktu dekat.

Baca juga: Menyusul Terjadinya Longsor di Desa Long Berang, BPBD Malinau Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem

"Kami juga menghimbau untuk masyarakat korban ini agar tidak kembali ke rumahnya dulu, kita menjaga kemungkinan longsor susulan karena cuaca masih belum membaik," katanya.

Saat ini tim gabungan masih bersiaga di lokasi kejadian untuk memantau pergerakan tanah serta menyiapkan alat berat guna membersihkan sisa-sisa material yang menimbun pemukiman.

Masyarakat diminta tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan mandiri, terutama jika terjadi hujan lebat dengan durasi yang lama di wilayah Mentarang Hulu.

(*)

Penulis : Mohammad Supri

Sumber: Tribun Kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved