Sabtu, 25 April 2026

Berita Malinau Terkini

Belanja APBD dan PSN Dongkrak Pertumbuhan Sektor Konstruksi Malinau hingga 21,42 Persen

Sektor konstruksi di Malinau tumbuh 21,42 persen, didorong peningkatan belanja infrastruktur APBD dan proyek strategis nasional.

Penulis: Mohamad Supri | Editor: Amiruddin
TRIBUNKALTARA.COM/HO-BPS Malinau
EKONOMI MALINAU - Kepala BPS Malinau, Yanuar Dwi Cristyawan, saat memaparkan data statistik ekonomi Malinau, beberapa hari lalu saat memaparkan data pertumbuhan ekonomi dalam rilis resmi di Kabupaten Malinau. Peningkatan sektor konstruksi menjadi tumpuan utama laju pertumbuhan ekonomi daerah. (TRIBUNKALTARA.COM/HO-BPS Malinau) 
Ringkasan Berita:
  • Sektor konstruksi di Malinau tumbuh 21,42 persen, didorong peningkatan belanja infrastruktur APBD dan proyek strategis nasional.
  • Realisasi belanja fisik seperti jalan, gedung, dan irigasi naik 74,29 persen, serta didukung proyek besar seperti PLTA Mentarang.
  • Dampaknya, ekonomi tumbuh 7,35 persen (non-batubara), kemiskinan turun, dan ketimpangan semakin menurun.

 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Realisasi belanja infrastruktur daerah dan pengerjaan proyek strategis nasional memacu pertumbuhan sektor konstruksi, di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, hingga mencapai 21,42 persen setahun terakhir.

Lonjakan capaian tersebut dipengaruhi secara dominan oleh peningkatan realisasi belanja modal pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau APBD Kabupaten Malinau selama setahun terakhir.

Berdasarkan data statistik dalam rilis Malinau Dalam Angka 2026, realisasi belanja untuk pembangunan fisik seperti gedung, jalan, jaringan, serta irigasi mengalami kenaikan sebesar 74,29 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Baca juga: Sensus Ekonomi 2026 Mulai Mei, BPS Malinau Petakan Seluruh Denyut Usaha

Selain faktor APBD, keberlanjutan pengerjaan megaproyek PLTA Mentarang sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional atau PSN, turut memberikan kontribusi besar pada serapan jasa konstruksi di wilayah ini.

Kepala Badan Pusat Statistik Malinau, Yanuar Dwi Cristyawan, menjelaskan bahwa kombinasi investasi pusat dan daerah menjadi penggerak utama ekonomi dari sisi lapangan usaha konstruksi.

"Peningkatan realisasi PMA dan PMDN serta realisasi belanja APBD berupa gedung, bangunan, jalan, jaringan, dan irigasi meningkat di tahun 2025 sebesar 74,29 persen dibanding tahun sebelumnya," ujar Yanuar Dwi Cristyawan.

Tingginya aktivitas konstruksi ini berdampak pada pertumbuhan ekonomi Malinau tanpa sektor batubara yang tercatat tumbuh positif di angka 7,35 persen pada tahun 2025.

Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi, angka kemiskinan di Kabupaten Malinau juga mengalami penurunan menjadi 5,56 persen atau berkurang sekitar 1,21 ribu jiwa dibandingkan tahun sebelumnya.

Tingkat ketimpangan pengeluaran atau Gini Ratio di daerah ini turut menurun menjadi 0,249, yang mengindikasikan semakin meratanya kesejahteraan masyarakat sebagai dampak geliat pembangunan.

"Kondisi tersebut seiring dengan adanya percepatan pertumbuhan volume produksi di beberapa kategori lapangan usaha unggulan Malinau seperti konstruksi serta pertanian, kehutanan, dan perikanan," katanya.

Meskipun sektor pertambangan mengalami kontraksi, penguatan pada sektor konstruksi tetap menjaga stabilitas ekonomi makro dan menyerap tenaga kerja di Kabupaten Malinau sepanjang tahun berjalan.

(*)

Penulis : Mohammad Supri

 

Sumber: Tribun Kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved