Sabtu, 25 April 2026

Berita Tarakan Terkini

Sampel Darah Ratusan Ekor Sapi di Tarakan Diperiksa Jelang Idul Adha, Bagaimana Hasilnya?

BKHIT Tarakan periksa sampel darah ratusan ekor sapi di Tarakan menjelang Idul Adha 2026, ini tujuannya.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Amiruddin
TribunKaltara.com/Andi Pausiah
PENGAMBILAN SAMPEL - Tampak tim paramedik dan medik dari BKHIT mengambil sampel darah ke sapi yang akan dikurbankan lokasi di wilayah Pasir Putih Kelurahan Karang Anyar Kota Tarakan, Sabtu (17/4/2026) sore. BKHIT Tarakan periksa sampel darah ratusan ekor sapi di Tarakan menjelang Idul Adha 2026, ini tujuannya. TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH 

Ringkasan Berita:
  • Ratusan sampel darah sapi di Tarakan diperiksa menjelang Idul Adha untuk memastikan kesehatan hewan kurban.
  • Pemeriksaan dilakukan sebagai langkah pengawasan agar sapi yang dijual aman dan layak dikonsumsi.
  • Hasil lengkap pemeriksaan belum diumumkan dan masih dalam proses evaluasi oleh pihak terkait.

 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Menjelang Idul Adha 2026, tim Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Tarakan bergerak melakukan pengawasan ketat terhadap kesehatan hewan kurban

Pada Sabtu (17/4/2026) sore kemarin, tim  turun langsung mengambil sampel darah sapi di sejumlah titik penampungan di Kota Tarakan.

Paramedik BKHIT Kaltara, Bambang Suryono, menjelaskan langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh sapi yang masuk benar-benar sehat sebelum diedarkan ke masyarakat.

“Ini kemarin sudah datang sapinya sekitar 420-an. 

Nanti kita lakukan pengambilan sampel untuk memastikan bahwa sebelum ke masyarakat, kita hasilkan sampelnya dulu. 

Baru nanti setelah hari Senin mungkin ini sudah keluar, baru bisa disebarkan ke masyarakat,” ujarnya.

Baca juga: Pasca Hari Raya Idul Adha, Harga Ayam Potong di Tarakan Masih Stabil Rp 40 Ribu Per Kg

Menurut Bambang, pemeriksaan ini penting, karena potensi penularan penyakit tidak hanya berasal dari hewan itu sendiri, tetapi juga dari media lain seperti alat angkut dan lingkungan selama perjalanan.

“Penyakit ini kan tidak harus pada sapinya. 

Pada medianya juga bisa, di atas kapalkah, dari angkut lautnya juga bisa. 

Makanya untuk memastikan sapi ini sehat, dilakukanlah pengujian ulang di sini,” jelasnya.

Ia menambahkan, meskipun pemeriksaan awal sudah dilakukan di daerah asal, pengujian ulang tetap wajib dilakukan saat sapi tiba di Tarakan.

“Sebenarnya sudah dilakukan di sana, cuma harus diuji ulang di sini. 

Karena media yang membawa itu bukan di sapinya saja, banyak medianya itu,” katanya.

Dalam proses pengambilan sampel, darah sapi diambil untuk kemudian diproses menjadi serum, dan diuji di laboratorium. 

Sumber: Tribun Kaltara
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved