Kamis, 30 April 2026

Berita Tana Tidug Terkini

Persiapan Sensus Ekonomi 2026 Dimatangkan, BPS Tana Tidung Lakukan Pemutakhiran Data Usaha

Pemuktahiran data usaha dilakukan BPS Tana Tidung sebagai persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan dilakukan Mei hingga April.

Tayang:
Penulis: Rismayanti | Editor: Junisah
TribunKaltara.com/Rismayanti
PERSIAPAN SENSUS EKONOMI - Kepala BPS Tana Tidung Achmad Sani Setiawan saat ditemui di kantornya Jalan Trans Kaltara, Tideng Pale, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kaltara, gambar diambil Selasa (21/4/2026). Persiapan Sensus Ekonomi sudah dilakukan BPS KTT sejak dua tahun lalu. 

Ringkasan Berita:
  • BPS Tana Tidung lakukan pemutakhiran data lapanganmemverifikasi pelaku usaha berdasarkan data gabungan dari survei terdahulu dan instansi terkait (DPM PTSP).
  • Sensus sepuluh tahunan ini menyasar kegiatan ekonomi non-pertanian untuk memetakan kekuatan, skala, dan karakteristik ekonomi daerah sebagai dasar kebijakan pemerintah.
  • BPS menegaskan data bersifat rahasia, dilindungi undang-undang, dan tidak berkaitan dengan pajak, guna jamin kenyamanan masyarakat saat berikan informasi kepada petugas.

TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Badan Pusat Statistik (BPS) Tana Tidung terus mematangkan persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 melalui berbagai tahapan, termasuk pemutakhiran data usaha di lapangan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian panjang persiapan sensus yang telah dimulai sejak dua tahun terakhir, guna memastikan data yang dihasilkan akurat dan sesuai kondisi riil di lapangan.

Kepala BPS Tana Tidung, Achmad Sani Setiawan atau yang akrab disapa Iwan menjelaskan, persiapan Sensus Ekonomi 2026 dilakukan secara berjenjang mulai dari pusat hingga daerah.

“Persiapan Sensus Ekonomi 2026 ini sudah dimulai sejak dua tahun lalu, dimulai dari penyusunan metodologi di tingkat pusat hingga koordinasi dengan berbagai kementerian dan lembaga terkait,” ujar Iwan kepada TribunKaltara.com, Rabu (29/4/2026).

Baca juga: Sensus Ekonomi 2026 Dimulai Mei, BPS Kaltara Ajak Masyarakat dan Pelaku Usaha Berpartisipasi Aktif

Achmad Sani Setiawan mengatakan, di tingkat daerah, BPS melakukan pemutakhiran data usaha yang bersumber dari berbagai data sebelumnya, termasuk hasil sensus dan data pelaku usaha dari instansi terkait.

“Data usaha itu kita gabungkan dari hasil survei sebelumnya, termasuk data UMKM dan dari DPM PTSP, kemudian diturunkan hingga level alamat untuk kita lakukan pengecekan di lapangan,” katanya.

Menurutnya, proses pemutakhiran dilakukan dengan cara verifikasi langsung oleh petugas untuk memastikan keberadaan usaha, apakah masih aktif atau sudah tidak beroperasi.

“Teman-teman di lapangan melakukan pengecekan, memastikan apakah usaha tersebut masih ada atau sudah tutup,” terangnya.

Selain itu, pihaknya juga terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan organisasi perangkat daerah (OPD) guna mendukung kelancaran pelaksanaan sensus.

“Saat ini kita juga melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat dan OPD untuk mendukung kegiatan sensus ekonomi ini,” jelas.

Baca juga: Dukung Kegiatan Sensus Ekonomi 2026, Wabup Sabri Imbau Pelaku Usaha di Tana Tidung Berperan Aktif 

Ia menambahkan, Sensus Ekonomi 2026 menyasar seluruh kegiatan ekonomi non-pertanian, mengingat sektor pertanian telah memiliki sensus tersendiri yang dilaksanakan pada 2023.

“Sasarannya semua kegiatan ekonomi non-pertanian, karena untuk pertanian sudah ada sensus tersendiri,” tambahnya.

Lebih lanjut, BPS saat ini masih menunggu arahan dari pusat terkait tahapan perekrutan petugas pendata lapangan yang akan terlibat dalam pelaksanaan sensus.

“Kita masih menunggu arahan pusat untuk perekrutan mitra atau pendata lapangan,” lanjutnya.

Iwan menjelaskan, sensus ekonomi merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali, dengan tujuan utama memetakan kekuatan ekonomi di suatu daerah.

Sumber: Tribun Kaltara
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved