Berita Tarakan Terkini
Rupiah Tembus 17 Ribu per Dollar AS, Ini Respons Akademisi Universitas Borneo Tarakan Dr Margiyono
Ini respons Akademisi Universitas Borneo Tarakan Dr Margiyono soal rupiah yang kini tembus 17 Ribu per dollar AS.
Penulis: Andi Pausiah | Editor: Amiruddin
Jadi inflasi inti itu adalah inflasi yang menunjukkan yaitu denyut harga pangan.
Di mana pangan tersedia, permintaannya stabil, maka harganya cenderung stabil," ungkapnya.
Sehingga jika inflasi inti itu terus terjaga, artinya tidak ada persoalan dengan pangan karena produksinya terus berjalan sementara permintaannya juga terus berjalan.
Ia melanjutkan lagi, salah satunya misalnya produksi terlalu tinggi mungkin bisa terjadi deflasi.
Lalu jika permintaannya terlalu tinggi juga terjadi inflasi.
Jadi keseimbangan atau posisi ekuilibrium antara permintaan dan penawaran pangan itu sangat baik.
"Itu untuk pertumbuhan dengan inflasinya.
Kemudian kalau kita lihat dari cadangan devisa kita, cadangan devisa kita jauh lebih tinggi.
Misalnya cadangan devisa kita itu saat ini adalah berada pada sekitaran 146 miliar dolar.
Jadi kalau tadi ribuan sekarang 10 kali lipat kira-kira begitu, hampir 10 kali lipat," ujarnya.
Sementara yang mengalami kondisi yang sama sebagaimana yang dialami rupiah itu hampir semua negara.
Ia menjabarkan misalnya mata uang peso juga mengalami tekanan, rupee India mengalami tekanan, begitu juga mata uang China, Yuan juga mengalami tekanan. Termasuk mata uang Won Korea juga semua mengalami tekanan.
"Jadi tekanan terhadap mata uang itu tidak hanya dialami oleh rupiah, tetapi hampir semua mata uang terhadap dolar. Nah kberbeda tadi kalau pada krismon tahun 1898 kan hanya Indonesia dengan Thailand. Jadi itu hal yang membedakan posisi yaitu nilai tukar rupiah kita terhadap mata uang dolar. Jadi memang dolar ini adalah fenomena yang unik di perekonomian global," ujar Margiyono.
Ia menyebutkan dollar dalam kondisi apapun dolar itu selalu menguat. Jadi misalnya kondisinya saat ini ekonomi Amerika itu juga tidak baik-baik saja.
"Kita sama-sama monitor di mana harga BBM naik, sebagaimana juga kenaikan harga BBM di dalam negeri, di Indonesia dan juga di negara lain oleh karena gangguan distribusi atau gangguan transportasi yang ada di Selat Hormuz, akibat terjadinya konflik antara Amerika dengan Iran," lanjutnya.
| Selain Pelabuhan, BI Kaltara Target QRIS untuk SPBU dan Parkir di Tarakan |
|
|---|
| 20 dan 21 Mei Ada Soft Launching Pembelian Tiket Speedboat Pakai QRIS pada 3 Pelabuhan di Kaltara |
|
|---|
| Razia Kamar Hunian Warga Binaan Lapas Tarakan, Petugas Temukan Sendok Besi hingga Kabel Listrik |
|
|---|
| Kepiting dan Udang Windu Tembus Pasar Internasional, Ikan Bawal Ekspor Perdana ke Hongkong |
|
|---|
| Mendekati Idul Adha, Bulog Tarakan Sebut Stok Beras dan Gula Aman, MinyaKita Diupayakan Datang Lagi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/Akdemisi-UBT-Margiyono-06052026.jpg)