Berita Bulungan Terkini
Rupiah Rp 17.807 per Dollar AS, Pengelola Bengkel di Bulungan Akui Harga Oli dan Sparepart Naik
Para pemilik bengkel akui harga oli dan sparepart kendaraan mulai naik seiring dengan melemahnya rupiah yang capai Rp 17.807 per Dollar AS.
Penulis: Desi Kartika Ayu | Editor: Junisah
Ringkasan Berita:
- Pelemahan Rupiah hingga menembus angka Rp17.807 per USD memicu kenaikan harga komoditas impor, termasuk produk otomotif dan bahan bakar di Indonesia.
- Pengelola bengkel di Tanjung Selor, Bulungan, akui harga ban, onderdil, dan oli mesin (seperti merk Yamalube yang naik dari Rp50 ribu ke Rp70 ribu) melonjak dua minggu terakhir.
- Meski harga barang otomotif fluktuatif mengikuti kondisi geopolitik dan ekonomi, aktivitas servis bengkel terpantau tetap normal karena kebutuhan wajib masyarakat.
TRIBUNKALTARA.COM, BULUNGAN- Terjadinya kenaikan mata uang USD terhadap rupiah yang menembus angka tertinggi sepanjang sejarah yakni Rp 17.807 per hari ini terus menjadi polemik di masyarakat.
Pasalnya kondisi ini ternyata berdampak terhadap kenaikan beberapa komoditas barang yang bahan bakunya masih harus di impor dari luar negeri salah satunya seperti seperti oli mesin hingga onderdil kendaraan.
Hal ini terjadi lantaran, Indonesia yang hingga saat ini masih menjadi negara importir barang otomotif maupun Bahan Bakar Minyak (BBM).
Mau tidak mau kondisi ini juga turut dirasakan oleh sebagian besar usaha bengkel kendaraan di wilayah Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara.
Baca juga: Rupiah Tembus Rp17 Ribu, Akademisi UBT Margiyono Sebut Pemerintah Bisa Kurangi Impor
Salah satunya yakni bengkel motor yang berlokasi di Jalan Sengkawit Tanjung Selor Kabupaten Bulungan.
Salah satu mekanik bengkel tersebut menyebutkan bahwa kenaikan harga oli hingga beberapa onderdil motor sudah terjadi sejak dua minggu lalu. Meski kenaikannya tidak terlalu signifkan, namun terasa.
“Iya, ini barang-barang bengkel seperti oli mesin, ban dan beberapa onderdil mengalami kenaikan,” kata Sarbini, pengelola sekaligus mekanik bengkel, Rabu (20/5/2026).
Meski hampir keseluruhan mengalami kenaikan, namun yang paling terasa adalah kenaikan oli mesin.
Kenaikannya pun bervariasi bergantung dari merk oli mesin tersebut, mulai dari Rp 10.000 hingga Rp 20.000.
“Yang paling naik pasti barang yang berbahan dasar minyak, seperti oli mesin. Ini merk Yamalube aja awalnya Rp 50 ribuan sekarang sudah Rp 70 ribuan,” katanya.
Pihaknya mengklaim kenaikan harga oli mesin ini masih fluktuatif, bisa saja akan terus naik atau bahkan turun kembali.
Baca juga: Rupiah Tembus 17 Ribu per Dollar AS, Ini Respons Akademisi Universitas Borneo Tarakan Dr Margiyono
“Nah kita tidak bisa pastikan, ini masih fluktuatif sih. Bisa saja terus naik atau bahkan turun bergantung kondisi geopolitik dan ekonomi nanti,” ucapnya.
Ia mengaku, meskipun mengalami kenaikan, namun aktivitas di bengkelnya masih normal.
“Masih normal sih, karena kalau kendaraan kan memang harus dirawat dan itu wajib,” ungkapnya.
Ia berharap kondisi ini akan segera berlalu dan harga barang-barang otomotif kembali normal.
“Semoga nanti bisa normal kembali,” singkatnya.
(*)
Penulis : Desi Kartika Ayu
kenaikan
rupiah
masyarakat
komoditas
barang
impor
kendaraan
bengkel
Tanjung Selor
Kabupaten Bulungan
Kalimantan Utara
harga
TribunKaltara.com
| Cerita Grup Band Iwak Haruan Jaga Asa Musik Lokal Bulungan, Tiga Tahun Disimpan, Single Hancur Lahir |
|
|---|
| Viral, Remaja 16 Tahun di Bulungan Diduga Dibawa Kabur 2 Pria yang Mengaku Kerabat |
|
|---|
| Ketua PWI Bulungan Tekankan Peran Media dalam Advokasi Isu Publik, Singgung Akurasi hingga Etika |
|
|---|
| Bukit Agathis jadi Spot Piknik Senja Baru di Tanjung Selor Kaltara, Nikmati Panorama Sunset |
|
|---|
| Seorang Pria Ditemukan Meninggal di Depan Kafe Tanjung Selor, Polisi Sebut Punya Riwayat Jantung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/Harga-oli-di-bengkel-Tanjung-Selor-naik.jpg)