Rabu, 3 Juni 2026

Berita Tarakan Terkini

Dokter Hewan DKPP Tarakan Lakukan Pemeriksaan Organ Dalam Sapi Kurban, Cek Hati hingga Jantung

Hari ini, Rabu 27 Mei 2026, dokter hewan DKPP Tarakan dalam pemeriksaan hewan kurban juga mengecek hewan kurban yang telah dipotong.

Tayang:
Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TribunKaltara.com/Andi Pausiah
ORGAN DALAM SAPI KURBAN- Dokter hewan DKPP Tarakan, drh Richard Situmorang, Medik Veteriner DKPP Tarakan bersama Kabid Peternakan DKPP, Paulus menunjukkan proses pengecekan pada organ sapi setelah dipotong. Seperti jantung, hati dibelah diperiksa sampai detail di bagian dalam organ untuk dicek agar saat sampai di masyarakat aman dikonsumsi. 

Ringkasan Berita:
  • DKPP Tarakan memeriksa organ dalam sapi kurban (hati, paru, jantung) di RPH untuk mendeteksi penyakit seperti cacing hati atau infeksi paru demi keamanan pangan.
  • Organ yang bernanah atau rusak harus dibuang. Jika ditemukan cacing hati, hanya bagian hati terinfeksi yang dibuang, sementara dagingnya tetap aman dikonsumsi.
  • Keluhan sakit perut usai mengonsumsi daging umumnya disebabkan oleh kontaminasi bakteri akibat penanganan yang kurang bersih, bukan karena cacing hati.

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN-Dalam pemeriksaan hewan kurban di Tarakan Kalimantan Utara tidak hanya dilakukan sebelum penyembelihan, tetapi juga berlanjut setelah sapi kurban dipotong.

Dilakukannya pemeriksaan pasca  postmortem atau pemotongan dengan mengecek organ dalam sapi kurban seperti hati, paru-paru, ginjal hingga jantung untuk memastikan daging aman dikonsumsi masyarakat.  Seperti yang terpantau di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Jalan Hake Babu Kelurahan Karang Anyar berbatasan Kelurahan Karang Harapan Tarakan, Rabu (27/5/2026).

Medik Veteriner DKPP Kota Tarakan, drh Richard Situmorang mengatakan pemeriksaan organ dalam menjadi bagian penting dalam pengawasan hewan kurban, terutama untuk mendeteksi adanya penyakit atau kelainan pada sapi.

Menurutnya, salah satu temuan yang paling sering diperiksa petugas adalah cacing hati. “Kalau cacing hati itu biasanya ada di saluran ini. Di saluran-saluran ini. Biasanya di situ,” ujar drh Richard sambil menunjukkan bagian hati sapi yang diperiksa di Rumah Potong Hewan (RPH) Tarakan.

Ia menjelaskan, keberadaan cacing hati biasanya terlihat dari lubang-lubang kecil pada bagian saluran hati. “Di lubang-lubang ini,” katanya.

Baca juga: Awasi Pemotongan Hewan Kurban, DKPP Tarakan Turunkan 33 Petugas dan Libatkan Polisi

Namun dari hasil pemeriksaan sementara di lokasi, organ hati sapi yang diperiksa masih dalam kondisi aman.

“Ini sejauh ini aman. Hatinya bagus,” ujarnya.

Selain memeriksa saluran hati, dokter hewan juga melihat bentuk dan warna organ untuk memastikan tidak ada kelainan. “Dari bentuknya juga kelihatan kan?” katanya.

Tak hanya hati, pemeriksaan juga dilakukan pada bagian paru-paru sapi.

Menurut drh Richard, pemeriksaan paru-paru dilakukan untuk mendeteksi adanya radang atau infeksi.

“Nah ini paru-paru. Kalau paru-paru biasanya kita lihat apakah dia ada pneumonia. Radangan pada paru-paru kan,” jelasnya.

Ia mengatakan, paru-paru yang sehat umumnya memiliki warna dan tekstur normal tanpa adanya cairan atau nanah.

“Nah ini bagus. Biasanya ada nanah. Kalau ada kelainan itu ada nanah,” ungkapnya.

Jika ditemukan nanah atau tanda infeksi, maka organ tersebut tidak diperbolehkan untuk dikonsumsi masyarakat.

“Kalau ada nanah berarti tidak boleh, dibuang,” katanya.

Baca juga: Penampakan Bruno, Sapi Kurban Jenis Limosin Bantuan Presiden Prabowo di Malinau

Sumber: Tribun Kaltara
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved