Kumpulan Pantun
30 Pantun Peribahasa, Referensi Tugas Sekolah Anak SD hingga SMA, Dilengkapi Maknanya
Berikut ini kumpulan pantun peribahasa lengkap dengan maknanya, bisa jadi referensi mengerjakan tugas sekolah anak SD hingga SMA, bagikan!
Penulis: Maharani Devitasari | Editor: Cornel Dimas Satrio
19. Buah kelapa dimakan kumbang
Kulitnya digosok, hitam warnanya
Barang siapa menggali lubang
Ia juga terperosok ke dalamnya.
Makna: Siapa pun yang berniat berbuat jahat, pasti kelak mendapat akibatnya.
20. Ayam kampung bulunya belang
Biji padi jadi pakannya
Lain ladang lain belalang
Lain lubuk lain ikannya.
Makna: Setiap negeri, daerah, maupun tempat memiliki adat istiadat yang berbeda-beda.
Baca juga: 36 Pantun Jumat Berkah, Ajakan Berbuat Baik di Hari Istimewa, Bikin Hati Adem
21. Rumput banyak di tengah hutan
Bawa diangkut ke dalam kota
Semut terlihat di seberang lautan
Gajah tak tahu di pelupuk mata.
Makna: Kesalahan diri sendiri tidak terlihat, tetapi kesalahan orang lain terlihat jelas.
22. Ada kangguru jangan dikejar
Sedang makan sebatang padi
Berguru kepalang ajar
Bagai bunga kembang tak jadi.
Makna: Bila suatu ilmu tidak sempurna dipelajari, maka tidak akan mendatangkan suatu manfaat.
23. Bunga melati dibawa ke Turki
Indah merekah saat dipandangi
Gunung tinggi akan ku daki
Lautan luas ‘kan ku sebrangi.
Makna: Apapun rintangan yang ada di depan, tetaplah semangat berjuang.
24. Adik meminta sapu lidi
Sapu ditumpuk di atas kursi
Mari gunakan ilmu padi
Makin tunduk tanda berisi.
Makna: Semakin banyak ilmu yang dimiliki, tetaplah rendah hati.
25. Delapan tentara, satu serdadu
Musuh datang ingin menyerbu
Jangan bertengkar, jangan beradu
Menang jadi arang, kalah jadi abu.
Makna: Pertengkaran dan perkelahian hanya akan membawa kerugian bagi kedua belah pihak.
26. Kalau ada duit sekupang
Boleh beli cuka mentahun
Habis padi burung terbang
Bagai ulat tak kenangkan daun
Makna: Sifat seseorang yang tidak tahu berterima kasih.
27. Kayu bakar dibuat arang
Arang dibakar memanaskan diri
Jangan mudah salahkan orang
Cermin muka lihat sendiri.
Makna: Sebelum menyalahkan orang lain, koreksilah diri sendiri terlebih dahulu.
28. Anak buaya pergi bertenung
Ke lubuk memakan bangkai
Hendak hati memeluk gunung
Gunung dipeluk tangan tak sampai.
Makna: Menginginkan sesuatu, tetapi usaha yang dilakukan belum maksimal.
29. Ke hulu memotong pagar
Jangan terpotong batang durian
Cari guru tempat belajar
Jangan jadi sesal kemudian.
Makna: Carilah ilmu dari guru yang benar-benar menguasai ilmu tersebut agar tidak menyesal di kemudian hari.
30. Mengharapkan untung menggamit
Kain di badan didedahkan
Harapkan guruh di langit
Air tempayan dicurahkan.
Makna: Jangan terlalu mengharapkan sesuatu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/ilustrasi-perempuan-baca-buku-223.jpg)