Minggu, 26 April 2026

Pemkab Nunukan

Program Literasi Dasar Tingkatkan Kemampuan Membaca Murid, Sentuh 60 Sekolah di Nunukan

Program Literasi Dasar Disdikbud Nunukan sukses tingkatkan kemampuan membaca 7.799 murid perbatasan, bukti fondasi pendidikan di Nunukan kian kokoh.

ISTIMEWA
PROGRAM LITERASI DASAR - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nunukan, Akhmad, menyampaikan adanya peningkatan signifikan terkait kemampuan literasi murid kelas awal melalui Program Literasi Dasar yang telah dijalankan selama satu tahun terakhir. 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Nunukan mencatat peningkatan signifikan kemampuan literasi murid kelas awal melalui Program Literasi Dasar yang telah dijalankan selama satu tahun terakhir.

Kepala Disdikbud Nunukan, Akhmad, menjelaskan program literasi ini menyasar 60 satuan pendidikan dasar yang tersebar di wilayah perbatasan, terdiri atas 24 SD di Pulau Nunukan, 23 SD di Pulau Sebatik, 5 MI di Pulau Nunukan, serta 8 MI di Pulau Sebatik, dengan total penerima manfaat sebanyak 427 guru dan 7.799 murid.

"Program ini kami jalankan melalui peningkatan kompetensi guru berbasis KKG, penanganan murid yang paling tertinggal dalam membaca, serta penyediaan buku bacaan bermutu," kata Akhmad kepada TribunKaltara.com, Sabtu (29/11/2025).

Ia menambahkan, setelah satu tahun berjalan, program Literasi Dasar menunjukkan dampak nyata terutama pada aspek kemampuan literasi dasar murid kelas awal.

Berdasarkan hasil asesmen formatif Tahun Ajaran 2024/2025 terhadap 4.051 data murid, terlihat adanya peningkatan signifikan.

Untuk kemampuan membaca huruf, kata Akhmad, murid SD mengalami peningkatan dari 89 persen menjadi 95 persen, sementara MI meningkat dari 83 persen menjadi 92 persen.

"Kemajuan ini menunjukkan pendekatan pembelajaran yang lebih konsisten mulai diterapkan di kelas," ujarnya.

Senada dengan itu, kemampuan membaca suku kata juga mengalami peningkatan, dari 78 persen menjadi 87 persen di SD dan dari 83 persen menjadi 92 persen di MI.

Sementara itu, kemampuan membaca kata menunjukkan peningkatan kuat sejak asesmen pertama dilakukan.

"Ini menandakan teknik hasil KKG berhasil diimplementasikan oleh para guru," tutur Akhmad.

Tidak hanya kemampuan dasar, asesmen juga meninjau aspek lanjutan seperti kelancaran dan pemahaman membaca.

Pemahaman menyimak meningkat dari 68 persen menjadi 77 persen, kelancaran bacaan pertama naik dari 64 persen menjadi 73 persen, dan pemahaman bacaan pertama naik dari 61 persen menjadi 70 persen.

Pada asesmen lanjutan, kelancaran bacaan kedua juga naik dari 60 persen menjadi 68 persen, sementara pemahaman bacaan kedua meningkat dari 58 persen menjadi 66 persen.

"Peningkatan ini menunjukkan bahwa upaya kita tidak hanya berdampak pada kemampuan dasar, tetapi juga mulai menyentuh keterampilan membaca lanjutan. Namun, aspek kelancaran dan pemahaman tetap harus diperkuat," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Akhmad turut menyampaikan capaian Indeks Standar Pelayanan Minimum (SPM) Pendidikan Kabupaten Nunukan yang meningkat dari 62,83 pada 2024 menjadi 67,18 pada 2025, atau naik 4,35 poin.

Sumber: Tribun Kaltara
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved