Rabu, 6 Mei 2026

Demonstrasi Tolak UU Cipta Kerja

Dipukul Mundur, Ribuan Mahasiswa Peserta Aksi Tolak UU Cipta Kerja Kocar-Kacir Hingga Diamankan

Dipukul mundur, ribuan mahasiswa peserta aksi tolak UU Cipta Kerja kocar-kacir hingga diamankan.

Tayang:
TRIBUNKALARA.COM/MOHAMMAD FAIROUSSANIY
DIPUKUL MUNDUR - Massa aksi kocar-kacir saat gas air mata ditembakkan. TRIBUNKALARA.COM/MOHAMMAD FAIROUSSANIY 

TRIBUNKALTARA.COM, SAMARINDA - Dipukul mundur, ribuan mahasiswa peserta aksi tolak UU Cipta Kerja kocar-kacir hingga diamankan.

Saat mulai chaos, tepat pada pukul 16.15 Wita water canon diarahkan pada massa yang mulai tak terkendali ketika pagar berduri ( security barier ) dirobohkan.

Gas air mata juga mulai ditembakkan oleh ratusan petugas kepolisian beratribut lengkap dari Sat Sabhara Polda Kaltim, Polresta Samarinda, hingga Brimob Detasemen Kompi B Pelopor Polda Kaltim kearah massa yang mencoba untuk memaksa masuk ke Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Jalan Teuku Umur, Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Ketua DPRD Kaltara Norhayati Andris Nyatakan Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja Dihadapan Demonstran

Demonstran Beri Waktu 1x24 Jam DPRD Nunukan Nyatakan Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja, Atau Ini

UPDATE Virus Corona di Bulungan Kaltara Bertambah 6 Kasus, 3 Orang dari Klaster Tambang Emas Sekatak

DIPUKUL MUNDUR - Massa aksi kocar-kacir saat gas air mata ditembakkan. TRIBUNKALARA.COM/MOHAMMAD FAIROUSSANIY
DIPUKUL MUNDUR - Massa aksi kocar-kacir saat gas air mata ditembakkan. TRIBUNKALARA.COM/MOHAMMAD FAIROUSSANIY (TRIBUNKALARA.COM/MOHAMMAD FAIROUSSANIY)

Massa dikepung di depan gerbang kantor DPRD dan dari arah SPBU Karanganyar. Hingga akhirnya mundur sampai depan kantor Dinas PUPR Kaltim dan sebagian lainnya kearah Simpang Jalan Rapak Indah.

Sebagian massa mulai kocar-kacir dan tertinggal, akhirnya diamankan pihak kepolisian ke halaman Gedung DPRD.

Saat situasi mulai mereda dan mahasiswa berhasil dipukul mundur, sempat mewawancarai perwakilan mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) yang masuk Aliansi Mahasiswa Kaltim Menggugat (Aliansi Mahakam), ia meminta aparat penegak hukum membebaskan kawan-kawan mereka yang sempat diamankan.

"Bukan kami ingin mundur, tetapi kami menginginkan teman-teman yang diamankan di dalam dikeluarkan terlebih dulu," sebut Ketua GMKI Zulneni tadi, Kamis (8/9/2020) saat ditemui.

"Kita tetap berikan kesempatan serta waktu berorasi pada teman-teman," sambungnya.

Zulneni menyebut, setelah penjemputan 110 mahasiswa yang diamankan ia melakukan koordinasi kembali dengan Aliansi Mahakam serta pihak kepolisian, dan sepakat mundur serta bertahan di titik awal (Islamic Center). 

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman, menyatakan bukan penangkapan yang dilakukan anggota kepolisian melainkan hanya mengamankan untuk di data lebih lanjut.

Ia menyebut diamankannya 110 Mahasiswa semata-mata lantaran mereka bereaksi diluar kebiasaan yang dilakukan. Termasuk pengamanan pada siswa SMA/SMK.

"Mendata, bukan menahan mereka. Agak berlaku diluar kebiasaan, setelah selesai kami pulangkan. Kita amankan juga beberapa oelajar SMA/SMK, itu kami data juga dan kami panggil pihak sekolah," tegasnya.

Petugas Lakukan Pengamanan Penyampaian Hak di Muka Umum

"Tadi kegiatan pagi sampai sore hari ini, yaitu menyuarakan pendapat dari mahasiswa, sesuai jadwal pukul 11.00 Wita berada di titik kumpul hingga pukul 14.00 Wita bergerak ke Gedung DPRD Kaltim, kita amankan dalam arti situasi tetap kondusif," jelas Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Arif Budiman ditemui usai aksi.

Pemkab Malinau Rencana Manfaatkan Taman Bacaan Masyarakat untuk Metode Pembelajaran Jarak Jauh

Polda Kaltara Belum Punya Rutan, 9 Tersangka Kepemilikan 5 Kilogram Sabu Dititip di Polres Bulungan

Gubernur Jabar Ridwan Kamil Paham Isinya? Menantu SBY Annisa Pohan Sehat kang? Polemik UU Cipker

Walaupun terkendala massa aksi yang coba merangsek masuk ke gedung DPRD Kaltim, Arif juga menyampaikan pengamanan yang dilakukan sudah sesuai prosedur.

"Mahasiswa sudah menyampaikan orasi dengan baik. Kendala sedikit tadi, tentu sudah kita lakukan sesuai protap. Kita bubarkan menggunakan gas air mata dan water canon," ucapnya.

Ditanya mengenai pengamanan, guna menangkal aksi lanjutan, Arif mengatakan pihaknya berharap tidak ada aksi lanjutan serta kondisi dalam keadaan kondusif.

( TribunKaltara.com / Mohammad Fairoussaniy )

Sumber: Tribun Kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved