Kebakaran di Samarinda

Tiga Bangunan di Pemukiman Padat Penduduk Ludes Terbakar, 16 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal

Musibah kebakaran kali ini melanda permukiman padat penduduk di Jalan Aminah Syukur, Gang Mulia, RT 18, Kelurahan Pelabuhan,Kota Samarinda,

Editor: Junisah
TRIBUNKALTIM.CO/HO/ RELAWAN KOTA SAMARINDA
Musibah kebakaran kali ini melanda permukiman padat penduduk di Jalan Aminah Syukur, Gang Mulia, RT 18, Kelurahan Pelabuhan, Kecamatan Samarinda Kota, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. Sekitar pukul 02.20 Wita, Senin (12/10/2020) dini hari tadi 

TRIBUNKALTARA.COM, SAMARINDA -  Musibah kebakaran kali ini melanda permukiman padat penduduk di Jalan Aminah Syukur, Gang Mulia, RT 18, Kelurahan Pelabuhan, Kecamatan Samarinda Kota, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.

Sekitar pukul 02.20 Wita, Senin (12/10/2020) dini hari tadi, si jago merah membesar dan melalap tiga bangunan, satu bangunan bertingkat dan du rumah tunggal milik warga, tak jelas asal api berasal darimana.

Mendengar adanya laporan tim gabungan dari unsur Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) kota Samarinda, Tagana, PMI Kota Samarinda, TNI-Polri dan relawan gabungan bergegas langsung menuju titik lokasi guna melakukan pemadaman.

Pemadaman api yang sudah semakin meluas sendiri, petugas gabungan turut mengerahkan armada yang cukup banyak.

Sedikitnya 14 unit Tanki Fire Truck gabungan Disdamkar dan PMK Swasta serta 15 unit mesin Portable Relawan dikerahkan untuk memadamkan api, hingga akhirnya sekitar 40 menit kemudian api mulai dapat dikendalikan dan dilakukan tahap pembasahan di lokasi kejadian.

Kualitas Rumput Laut Nunukan Menurun, Diduga Ada Limbah Industri di Laut

Luna Syantik Seorang Transgender di Tarakan Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja, Luna Sebut Mau Menghibur

Hati-hati Ketahuan Tidak Pakai Masker di Malinau, Disuruh Menghapal Pancasila dan Push up

Dikonfirmasi terkait musibah kebakaran dini hari tadi, Subbagian Humas Makmur Disdamkar Kota Samarinda Heri Suhendra menjelaskan, tim gabungan mengalami cukup kesulitan saat melakukan pemadaman dikarenakan material bangunan yang terbuat dari kayu sehingga membuat api membesar.

Kendala lain di lapangan akses jalan yang sempit dan minimnya titik air juga menjadinkendala tim gabungan saat melakukan pemadaman. Alhasil, tim gabungan harus bekerja ekstra.

“Bangunan yang terbakar terbuat dari kayu hingga api cepat membesar. Untuk kendala lainnya minim sumber air dan akses jalan sempit karena terletak di permukiman padat penduduk,” jelas Heri, Senin (12/10/2020) pagi.

Heri juga menambahkan, untuk penyebab pasti dari musibah kebakaran kali ini masih sepenuhnya dalam penyelidikan pihak kepolisian. 

BREAKING NEWS- Massa Aksi Turun Gunung Lagi, Bakal Konvoi ke Gedung DPRD Tarakan

Alex Marquez Berhasil Naik Podium, Adik Marc Marquez Langsung Pasang Target Penting di MotoGP

Belum diketahui secara pasti berapa total kerugian materil dalam musibah kebakaran yang berdampak pada dua rumah di sekitar lokasi. Dari sejumlah saksi mata, asal muasal api diduga berasal dari korsleting listrik di salah satu rumah kayu milik bapak Rudi.

“Untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Kurang lebih tim gabungan dapat menguasai kobaran api sekitar 40 menit kemudian,” imbuhnya.

Dari data yang di himpun, akibat kebakaran tersebut sedikitnya tiga bangunan terbakar, satu bangunan berlantai dua serta dua rumah tunggal dan dua rumahblain terdampak. 16 jiwa dari 4 kepala keluarga harus kehilangan tempat tinggal. 

(*)

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved