Breaking News:

Longsor di Samarinda

Arus Lalulintas Kendaraan di Kawasan Longsor Dialihkan, Pengguna Jalan Masih Bisa Melewati

Akibat terjadi longsor di Jalan Pattimura, Kota Samarinda, Provinsi Kaltim, arus lilintas kendaraan di kawasan longsoran tersebut terpaksa dialihkan

TRIBUNKALTIM.COM
Pengendara roda dua dan empat harus ekstra hati-hati ketika melewati Jalan Pattimura yang kembali longsor, material sisa tanah terlihat menutup satu jalur menuju Kecamatan Samarinda Seberang, Senin (19/10/2020) 

TRIBUNKALTARA.COM, SAMARINDA -Akibat terjadi longsor di Jalan Pattimura, Kecamatan Samarinda Seberang, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, arus lilintas kendaraan di kawasan longsoran tersebut terpaksa diahlikan. 

Arus lalulintas dialihkan, karena satu badan jalan di kawasan tersebut tertutup dengan adanya material yang longsor. 

Penyebab longsor sendiri belum diketahui secara pasti, namun curah hujan di Kota Tepian dengan intensitas tinggi nampaknya memicu pergeseran sisa material tanah.

Petugas Satlantas Polresta Samarinda yang bertugas di unit Lalu lintas Polsek Samarinda Seberang, Bripka Heri, yang sedari pagi memantau material tanah menyebut, pengguna jalan yang melintas sangat rawan jika melewati sisa material tanah, akibatnya jalan pun ia alihkan, menggunakan penanda jalan.

BREAKING NEWS, Longsor di Kawasan Teluk Bajau Kembali Terjadi, Pengendara Harus Hati-hati

Lima Anggota DPRD Kaltara Bakal Diganti, Suryanata Al Islami Beber Proses di KPU Kaltara

Klasemen Liga Italia, AC Milan Capolista Sempurna, Juventus Tertahan, AS Roma Dekati Inter Milan

"Satu ruas jalan yang kami alihkan untuk sementara waktu, tepatnya di badan jalan yang ada turunan sisa material tanah yang menyebabkan longsor hingga menutup sebagian jalan," sebutnya saat ditemui (19/10/2020).

Pengendara dari arah Kecamatan Palaran dan Jembatan Mahkota Dua maupun Tol Balikpapan-Samarinda ia beri penanda agar tidak memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi, dan mengalihkan ke sisi jalan lain yang masih dapat dilalui.

"Diberi penanda, agar pengguna jalan melintas disisi jalan lain, agar tidak memacu kendaraannya karena posisi material tanah tidak terlihat dari ujung jalan arah Kecamatan Palaran, membahayakan pengguna jalan, sehingga dialihkan sementara,” ujar Bripka Heri.

Hingga saat ini pengguna jalan masih bisa melalui jalan, namun harus dengan ekstra hati-hati agar tidak mengalami insiden, karena jalan tergenang air. Walaupun tidak tinggi, air yang menggenang sangatlah licin bila dilalui dengan kecepatan tinggi.

(*)

Editor: Junisah
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved