Breaking News:

Longsor di Samarinda

BREAKING NEWS, Longsor di Kawasan Teluk Bajau Kembali Terjadi, Pengendara Harus Hati-hati

Longsor di kawasan Teluk Bajau kembali terjadi, disebabkan selama tiga hari berturut-turut Kota Samarinda diguyur hujan. Pengendara harus hati-hati.

TRIBUNKALTIM.COM
Pengendara roda dua dan empat harus ekstra hati-hati ketika melewati Jalan Pattimura yang kembali longsor, material sisa tanah terlihat menutup satu jalur menuju Kecamatan Samarinda Seberang, Senin (19/10/2020) 

TRIBUNKALTARA.COM, SAMARINDA - Jalan ke arah Jembatan Mahkota dua, Tol Balikpapan-Samarinda, Kecamatan Palaran, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, tepatnya di Jalan Pattimura, Kelurahan Mangkupalas, Kecamatan Samarinda Seberang kembali longsor.

Longsor ini terjadi disebabkan selama tiga hari berturut-turut Kota Samarinda diguyur hujan. Sehingga gundukan material yang berada di tepi jalan tersebut, tanahnya kembali turun dan sedikit menutup badan jalan.

Meskipun begitu, Kawasan Teluk Bajau yang biasa disebut warga ini, dapat dilalui kendaraan roda dua dan empat. Tapi khususnya pengendara yang melintas di kawasan tersebut harus ekstra hati-hati.

Kerahkan Tenaga, Tetesan Keringat Wujud Pengabdian TNI Satgas TMMD Kodim 0907 Tarakan Untuk Negeri

Lima Anggota DPRD Kaltara Bakal Diganti, Suryanata Al Islami Beber Proses di KPU Kaltara

Polisi Gerak Cepat saat Moeldoko Dihina di Facebook, Eks Panglima TNI ini Disebut Jenderal Komprador

Salah seorang warga yang melintas, Suparjan (37) yang hendak menuju Kecamatan Samarinda Seberang dari arah Kecamatan Palaran mengkhawatirkan longsor akan kembali menutup badan jalan seperti saat pertama longsor terjadi medio, 25 Juli 2020 silam.

"Ya pasti khawatir longsor menutup jalan, dan harus memutar lagi melalui arah stadion palaran," ucapnya, Senin (19/10/2020).

Diketahui beberapa bulan lalu tepatnya pada 23 September dua jalur perlintasan yang menghubungkan dua kecamatan ini sudah dapat dilalui, namun hujan yang mengguyur Kota Tepian dengan intensitas tinggi juga mempengaruhi sisa material tanah yang menjadi lembek, hingga kembali turun ke jalan.

"Semoga ada tindaklanjut dari pihak terkait, agar material tanah benar-benar tidak lagi mengganggu pengguna jalan," pungkas Suparjan.

(*)

Editor: Junisah
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved