BBM Premium Rp 15 Ribu Perliter, Masyarakat Minta Pemkab Malinau Tuntaskan Permasalahan Distribusi
BBM Premium Rp 15 Ribu perLiter, masyarakat minta Pemkab Malinau tuntaskan permasalahan distribusi.
Penulis: Mohamad Supri | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - BBM Premium Rp 15 Ribu perLiter, masyarakat minta Pemkab Malinau tuntaskan permasalahan distribusi.
BBM Premium Rp 15 Ribu perLiter, masyarakat minta Pemkab Malinau tuntaskan permasalahan distribusi.
Rapat Koordinasi Tim BBM di Kabupaten Malinau digelar di Ruang Laga Feratu, Kantor Bupati Malinau.
Baca juga: TMMD Resmi Berakhir, Dandim 0907/Trk Serahkan Bukti Pencapaian ke Walikota Tarakan
Baca juga: Pasien Positif Covid-19 di Nunukan Bertambah 1, Sempat Keluar Masuk RS, Jubir Sebut Penularan Lokal
Baca juga: KPU Bulungan Ungkap Debat Kandidat Cabup Bulungan Digelar 3 Kali, Tim Pakar & Perumus Mulai Dibentuk
Rapat tersebut dihadiri Tim BBM, perwakilan agen penyalur, pangkalan BBM dan sejumlah perwakilan masyarakat.
Sekretaris Daerah Kabupaten Malinau, Ernes Silvanus mengatakan rapat koordinasi digelar untuk menemukan permasalahan BBM di Kabupaten Malinau, Rabu (21/10/2020).
"Rapat tim BBM ini untuk menemukan permasalahan distribusi BBM di Kabupaten Malinau. Siapa saja dipersilahkan menyampaikan keluhan dan sarannya," ungkapnya.
Ernes menyampaikan rapat tersebut diinisiasi untuk mengentaskan persoalan distribusi dan membahas harga ecer tertinggi (HET) BBM berjenis premium di Kabupaten Malinau.
"Kita ingin supaya ada komunikasi, apa keluhan dari masyarakat. Kan katanya kadang harga di eceran mahal. Kita akan coba temukan akar masalahnya," jelasnya.
Ernes mengatakan hasil rapat tersebut akan dibahas bersama oleh tim koordinasi BBM Malinau.
Termasuk pembahasan HET untuk BBM berjenis premium, sosialisasi program langit biru dan kesenjangan harga jual BBM khususnya di tingkat pengecer.
"Yang kita bahas adalah kaitan HET premium, termasuk harga jual eceran. Ada juga program langit biru, kaitannya dengan BBM berjenis Petralite," ujarnya.
Akhir bulan september lalu, terjadi kelangkaan BBM berjenis premium di Kabupaten Malinau.
Karenanya, Aktivitas Masyarakat selama seminggu di Kabupaten Malinau terganggu.
Baca juga: Dinas Pendidikan Nunukan Beber 11 Sekolah Wilayah III Aktifkan Belajar Tatap Muka, Ini Alasannya
Baca juga: UPDATE Tambah 9, Kasus Positif Covid-19 Tarakan Genap 300, Dua Balita Terkonfirmasi Virus Corona
Baca juga: Berharap Bantuan Institusi Terawan, Kalimantan Utara Butuh Tambahan Dokter Spesialis
Sebagaimana dipaparkan perwakilan Warga yang hadir dalam rapat tersebut. Kelangkaan menyebabkan harga jual melambung tinggi.
"Bulan lalu kita rasakan sulitnya nyari bensin. Biar eceran sulit dapat. Nah biasanya kalau sudah langka, harga melambung sampai, Rp 15 ribu per liter," jelas pria yang diketahui bernama Fauzi tersebut.
Ia berharap, Pemerintah daerah turun tangan mengatasi hal ini, agar hal yang sama tidak berulang.
(*)
(Tribunkaltara.com / Mohammad Supri)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/rapat-koordinasi-tim-bbm-di-aula-laga-feratu-kantor-bupati-malinau-211020.jpg)