Terima Kunjungan Doni Monardo, Pjs Gubernur Kaltara Teguh Setyabudi Tegaskan Serius Tangani Covid-19
Terima kunjungan Doni Monardo, Pjs Gubernur Kaltara Teguh Setyabudi tegaskan serius tangani Covid-19.
Penulis: Amiruddin | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Terima kunjungan Doni Monardo, Pjs Gubernur Kaltara Teguh Setyabudi tegaskan serius tangani Covid-19.
Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Teguh Setyabudi, mengatakan sesuai data Dinas Kesehatan (Dinkes), jumlah kasus positif Covid-19 sepanjang September hingga November se-Kaltara mencapai 893 jiwa.
Sebanyak 787 orang telah sembuh, 96 dalam perawatan, dan 10 orang meninggal dunia.
Baca juga: Presiden Jokowi Minta BPN Hati-hati Soal Program Sertifikasi Tanah, Ini Tanggapan Kepala BPN Nunukan
Baca juga: Pjs Gubernur Kaltara Teguh Setyabudi Beber Realisasi Anggaran Penanganan Covid-19 Capai 38,40 Persen
Baca juga: 2024 BPN Malinau Target Selesaikan Sertifikasi Tanah, Pertahun Terbitkan 7.500 Sertifikat Tanah
Dari data tersebut kata dia, tingkat kesembuhan mencapai 87,3 persen, dan angka kematian 1,1 persen.
Hal itu disampaikan Teguh Setyabudi, di sela kunjungan kerja Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Doni Munardo, di Kota Tarakan, Kaltara.
"Klaster paling dominan, adalah kontak erat lain sekitar 41 persen. Kaltara akan terus serius tangani Covid-19," kata Teguh Setyabudi, dalam keterangan tertulisnya kepada TribunKaltara.com, Senin (9/11/2020) petang.
Teguh Setyabudi menambahkan, angka reproduksi efektif (Rt) Kaltara per 3 November 2020, 0,96 atau dibawah 1,0.
Di Kaltara, 3 kabupaten berisiko rendah (kuning) yakni Nunukan, Malinau dan Tana Tidung.
Sementara 2 daerah berisiko sedang, yakni Bulungan dan Kota Tarakan.
Dalam penanganan pandemi Covid-19, 3 strategi dilakukan optimal oleh Pemprov Kaltara.
Yakni, preventif melalui pembatasan pergerakan masyarakat, menggalakkan gaya hidup sehat dan mengikuti arahan pemerintah.
"Kita juga melakukan testing, tracing dan treatment. Selain itu, juga dilakukan peningkatan fasilitas kesehatan," tambahnya.
Mantan Pjs Gubernur Sultra itu menambahkan, pemprov juga telah mendirikan 17 pos terpadu untuk mengawasi pergerakan orang dari daerah satu ke daerah lain.
Lalu edukasi dan sosialisasi melalui media, penertiban protokol kesehatan dan disinfektan.
Untuk testing, dilakukan tes massif di titik berkumpul warga, menyiapkan laboratorium PCR di RSUD Tarakan, serta melakukan pelacakan kontak lewat identifikasi, mendaftar dan tindak lanjut kontak.
Selain laboratorium PCR, Kaltara juga memiliki laboratorium TCM di RS Kota Tarakan, RSUD Tarakan dan RSUD Bulungan.
"Saat ini, kami juga tengah menunggu kedatangan kontainer PCR, atau laboratorium PCR mobile sehingga memudahkan dilakukannya testing massif, untuk percepatan penanganan pandemi ini," katanya.
Untuk ketersediaan tempat tidur ruang isolasi dan ruang cadangan pasien rujukan Covid-19, se-Kaltara tercatat sebanyak 211 kamar RS, dan 638 tempat tidur ruang cadangan.
"InsyaAllah tidak akan ada pasien yang tidak tertampung atau terawat dengan baik akibat kapasitas tempat tidur terlampaui," jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, Pemprov Kaltara mengalokasikan APBD 2020 senilai total Rp 136,2 miliar.
Baca juga: Agust Suwandy Ungkap untuk Ikut Kegiatan Kunker Kepala BNPB Wajib Miliki Rapid Test Non Reaktif
Baca juga: Ditanya Perkembangan Vaksin Covid-19, Doni Monardo Sebut Vaksin Terbaik Adalah Protokol Kesehatan
Baca juga: Di Hadapan Doni Munardo, Teguh Setyabudi Ungkap Kendala Penanganan Covid-19 di Kalimantan Utara
Hingga saat ini telah terealisasi Rp 52,3 miliar atau 38,40 persen.
"Untuk bantuan logistik, kami juga mendapatkannya dari sejumlah stakeholder.
Di samping mengandalkan bantuan logistik dari pusat dan pengadaan APBD untuk kabupaten dan kota," tutupnya.
(*)
( TribunKaltara.com /Amiruddin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/pjs-gubernur-kaltara-teguh-setyabudi-mendampingi-kepala-bnpb-doni-monardo-091120.jpg)