Pilkada Kaltara

Tangani 2 Perkara Selama Kampanye, Unit Cyber Polda Kaltara Sebut Pelaku Berada di Luar Kalimantan

Tangani 2 perkara selama kampanye, Unit Cyber Polda Kaltara sebut pelaku berada di luar Kalimantan.

Penulis: Amiruddin | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/AMIRUDDIN
Panit Cyber Ditreskrimsus Polda Kaltara, Ipda Yaswar, saat ditemui di Tanjung Selor. TRIBUNKALTARA.COM/AMIRUDDIN 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Tangani 2 perkara selama kampanye, Unit Cyber Polda Kaltara sebut pelaku berada di luar Kalimantan.

Kepolisian Daerah Kalimantan Utara (Polda Kaltara) intens melakukan patroli cyber selama tahapan Pemilihan Kepala Daerah ( Pilkada) serentak 2020.

Patroli cyber merupakan bagian Operasi Mantap Praja yang digelar Polda Kaltara, guna menjaga situasi Kamtibmas.

Baca juga: Sekda Nunukan Serfianus Beber Jenis Barang yang Akan Lalu Lintas Serawak-Krayan Saat Dibuka Nanti

Baca juga: Cegah Berita Hoax di Pemilihan Kepala Daerah, Kombes Eri : Polda Kaltara Libatkan Tokoh Masyarakat

Baca juga: Pemkab Malinau Bentuk Desk Pilkada Guna Atasi Distribusi Logistik & Penyelenggaraan Pemilu Serentak

Hal itu disampaikan Panit Cyber Ditreskrimsus Polda Kaltara, Ipda Yaswar, saat ditemui di Tanjung Selor.

"Selama pelaksanaan patroli cyber, kami menemukan banyak berita hoaks dan hate speech. Itu jadi target kami, selama Operasi Mantap Praja, utamanya di Unit Cyber Ditreskrimsus Polda Kaltara," kata Yaswar, kepada TribunKaltara.com, Jumat (20/11/2020).

Yaswar menambahkan, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kaltara.

Utamanya jika terjadi dugaan tindak pidana cyber selama pilkada serentak 2020.

"Karena ini pilkada, maka diarahkan ke Bawaslu. Setelah Bawaslu mengatakan bukan ranah mereka, maka dilimpahkan kepada kami," ujarnya.

Sejak masa kampanye 26 September 2020, Yaswar mengaku telah menerima limpahan dua berkas perkara.

Selama penanganan kata dia, Unit Cyber Ditreskrimsus Polda Kaltara menemukan akun yang diperiksa rerata akun anonim atau bodong.

Sehingga, membutuhkan koordinasi dengan Bareskrim Mabes Polri untuk penyelidikan lebih lanjut.

"Hasil investigasi kami, pemilik akun anonim ini tidak berada di Kalimantan. Mereka berada di luar daerah," tambahnya.

Perwira pertama Polda Kaltara itu mengatakan, karena akun anonim, maka penyelidikan masih terbuka, dan butuh waktu lagi.

Yang jelas kata dia, konten yang disampaikan akun anonim tersebut memuat berita palsu atau bohong.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved