Breaking News:

Lempar Petugas dengan Parang, 2 Warga Malaysia Ditangkap di Sebatik, Amankan 9 BB Termasuk Sabu-sabu

Lempar petugas dengan parang, 2 warga Malaysia ditangkap di Sebatik, amankan 9 BB termasuk sabu-sabu.

Penulis: Febrianus Felis
Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/FELIS
Kapolsek Sebatik Timur, Iptu Khomaini, saat konferensi pers penangkapan tersangka pelaku tindak pidana, berinsial U (35) dan S (34), di RSUD Nunukan, Jalan Ujang Fatimah, Kabupaten Nunukan, Kamis (3/12/2020), pukul 16.30 Wita. TRIBUNKALTARA.COM/ Febrianus felis 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Lempar petugas dengan parang, 2 warga Malaysia ditangkap di Sebatik, amankan 9 BB termasuk sabu-sabu.

Jajaran Satresnarkoba Polres Nunukan bersama unit Reskrim Polsek Sebatik Timur berhasil menangkap pelaku tindak pidana Narkotika jenis sabu berinsial U (35) dan S (34), di perairan Sebatik Timur.

Kapolres Nunukan, AKBP Syaiful Anwar melalui Kapolsek Sebatik Timur, Iptu Khomaini, mengatakan penangkapan warga suku bangsa Philipina asal Tawau-Malaysia itu pada Rabu (2/12/2020) Pukul 20.30 Wita.

Baca juga: Letkol Inf Sofwan Nizar Kumpulkan Danramil Jelang Pilkada, Ini Perintah Dandim 0910/Malinau

Baca juga: 5 Desember 2020 Akhiri Masa Bertugas, Teguh Setyabudi Belum Kepikiran Menjadi Gubernur Kaltara

Baca juga: Terima Senpi Rakitan Warga, Dandim 0910/Malinau Letkol Inf Sofwan Nizar : Babinsa jadi Ujung Tombak

"Pada Senin 30 November, pukul 14.00 Wita, petugas mendapatkan informasi dari masyarakat, seorang membawa Narkotika jenis sabu di daerah Lalesalok. Selanjutnya tim bergerak ke TKP, namun tersangka inisial A lolos dari pengejaran," kata Iptu Khomaini kepada TribunKaltara.com, seusai konferensi pers, di RSUD Nunukan, Jalan Ujang Fatimah, Kabupaten Nunukan, Kamis (3/12/2020), pukul 16.30 Wita.

Meskipun A lolos dari pengejaran, petugas berhasil mengamankan satu buah streapom (gabus), dua bungkus plastik besar diduga sabu dengan berat 2033,1 gram, satu buang parang, satu buah perahu plewoot, tiga unit hand phone, satu unit mesin tempel 15 PK, dan satu buah tas warna hitam.

Dari hasil pengembangan, tim akhirnya melakukan undercover dengan mengembalikan barang yang berhasil diamankan kepada pemiliknya yang diduga berada di Tawau, Malaysia.

"Ada pesan singkat masuk di hand phone yang berhasil kami amankan, yang berbunyi pemilik barang inginkan barang kembali ke Malaysia. Diduga barang tersebut ingin dilewatkan ke Tarakan. Kami lakukan analisa dan undercover," ucap Iptu Khomaini.

Pada 2 Desember, pukul 19.00 Wita, petugas kembali bergerak ke laut untuk menangkap orang yang diduga pemilik sabu tersebut.

"Dua warga asing itu datang dan menghampiri perahu petugas. Begitu perahu dua orang tersangka itu mendekat, petugas langsung serahkan barang yang diminta. Selanjutnya, petugas coba untuk hentikan perahu mereka, tapi mereka tidak mau. Bahkan, mereka sempat ingin melukai petugas dengan melempar parang. Kami berikan tembakan peringatan, tapi mereka berusaha lari. Sehingga kami berikan tindakan tegas dan terukur kepada kedua pelaku. Alhasil, S tertembak di betis, sedangkan U tertembak di bagian tangan," tuturnya.

Atas perbuatan itu, kedua tersangka terancam pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

"Ancaman pidana terhadap kedua tersangka itu, penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun," ujar Iptu Khomaini.

Dia menambahkan, pihaknya akan segera melengkapi administrasi penyidikan untuk diserahkan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kejaksaan Negeri Nunukan, termasuk mengirim sampel BB ke Lapfor.

Baca juga: Antisipasi Penularan Virus Corona saat Pencoblosan, Teguh Setyabudi: Pastikan TPS Aman dari Covid-19

Baca juga: 2021 Perekonomian Nasional Diproyeksi Menguat, Vaksinasi dan Protokol Kesehatan Covid-19 Kuncinya

Baca juga: H-6 Pilkada 9 Desember 2020, Pjs Gubernur Kaltara Teguh Setyabudi Ingatkan TNI-Polri dan ASN

Tidak hanya itu, pihaknya akan terus melakukan koordinasi kepada Kepolisian Malaysia untuk menangkap tersangka kurir sabu inisial A yang sempat lolos dari pengejaran.

"Kami sudah mengirim data kepada Kepolisian Malaysia untuk membantu melakukan pencarian A. Kalau yang di Tarakan itu sepertinya pembeli," ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan, kedua tersangka sedang mendapat perawatan medis di IGD RSUD Nunukan dengan pengawalan ketat Satresnarkoba Polres Nunukan bersama unit Reskrim Polsek Sebatik Timur.

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved