Pilkada Nunukan

Bawaslu Nunukan Telusuri Barang Bukti 250 Amplop Berisi Uang Dugaan Money Politic, Ini Nominalnya

Bawaslu Nunukan telusuri barang bukti 250 amplop berisi uang dugaan money politic, ini nominalnya.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/FELIS
Koordinator Divisi Hukum Penindakan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Nunukan, Abdul Rahman. TRIBUNKALTARA.COM/ Febrianus felis. 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Bawaslu Nunukan telusuri barang bukti 250 amplop berisi uang dugaan money politic, ini nominalnya.

Badan Pengawas Pemilihan Umum ( Bawaslu) Nunukan lakukan penelusuran terhadap barang bukti berupa 250 amplop putih yang diikat karet gelang berisi uang, diduga money politic dalam Pilkada serentak 2020.

Barang bukti yang berhasil diamankan oleh petugas Satgas Pamtas Yonif 623/BWU saat sweeping kendaraan di Sebatik, Kabupaten Nunukan dua hari lalu. Ternyata berisi uang dengan jumlah yang terbilang cukup besar.

Baca juga: Saat Masa Tenang Pilkada, Ketua Bawaslu Kaltara Suryani Ajak Warga Tertibkan Alat Peraga Kampanye

Baca juga: TERUNGKAP Calon Kepala Daerah Asal Kalimantan Terkaya di Pilkada Serentak 2020, Total Harta Rp 674 M

Baca juga: CATAT Ada 16 Aturan Baru saat Hendak Nyoblos di TPS Pilkada 2020, Termasuk Dilarang Bersalaman

Koordinator Divisi Hukum Penindakan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, Bawaslu Nunukan, Abdul Rahman, mengatakan barang bukti yang diterima oleh pihaknya berupa 250 amplop putih yang terbagi menjadi 10 ikat ukuran kecil. Tiap ikat terdiri dari 25 amplop.

"Saya tidak bicara bundel lagi. Jadi ada 10 ikat amplop putih, tiap ikatnya terdiri dari 25 amplop, kalau ditotal ada 250 amplop. Dan itu berisi uang," kata pria yang akrab disapa Rahman kepada TribunKaltara.com, saat ditemui di ruangannya, Jumat (4/12/2020), pukul 13.30 Wita.

Rahman mengaku, saat menerima barang bukti tersebut, ia sempat membuka satu diantara 250 amplop itu sebagai sampel, di kantor Panwascam Sebatik Barat, dan disaksikan oleh Ketua Panwascam termasuk jajarannya.

"Sebelumnya saya komunikasi dulu ke Bawaslu Kaltara dan disuruh buka. Saya sempat buka dan hitung satu amplop sebagai sampel, ternyata berisi uang sebesar Rp250 ribu. Terdiri dari satu pecahan uang kertas Rp50 ribu dan dua pecahan Rp100 ribu. Pecahannya beda-beda tapi jumlahnya sama. Kalau mau total uangnya, 250 amplop kali Rp250 ribu tiap amlop. Nggak tau yang lain, kalau saya lihat dari ukuran amplop sama saja," ucap Rahman.

Menurut Rahman, saat ini pihaknya sedang lakukan penelusuran lebih lanjut terkait pihak-pihak yang sempat terfoto sedang berada di dekat barang bukti tersebut.

Adapun pihak yang dimaksud dua orang laki-laki inisial AL (54) warga Nunukan dan inisial SR (45) yang merupakan warga Desa Liang Bunyu, Kecamatan Sebatik Barat.

Rahman menjelaskan baru SR yang berhasil diperiksa oleh pihaknya. Sementara itu, AL sedang dalam pencarian, lantaran alamat KTP tidak sesuai dengan tempat tinggalnya.

"Kita sudah undang SR untuk dimintai keterangan, alhamdulillah dia cukup kooperatif. Kalau AL sudah kami surati ke alamat sesuai KTP, tapi ternyata tidak tinggal di situ. Saat ini kami masih kumpulkan informasi lagi, apakah hanya dua orang atau ada yang lain lagi" ujar Rahman.

Diketahui, barang bukti saat ini berada di brankas Bawaslu Nunukan.

"Waktu kami untuk lakukan penelusuran itu 7 hari, untuk menyatakan sikap terpenuhi atau tidak unsur tindak pidananya," tuturnya.

Baca juga: Perkembangan Inflasi, Komoditas Bawang Merah dan Cabai Rawit Dorong Inflasi di Kaltara

Baca juga: TPP P3MD Evaluasi APB Desa Malinau 2021, Pedomani Tiga Prioritas Penggunaan Dana Desa

Baca juga: Brimob Polda Aceh dan Kaltim Bantu Pengamanan Pilkada di Kaltara, Ini Jadwal Tiba dan Jumlahnya

Dia menambahkan, meskipun sebentar lagi masuk dalam tahap pencoblosan, 9 Desember, kasus dugaan money politic itu, Rahman akan terus lakukan penelusuran.

Saat ditanya perihal sumber uang dugaan money politic itu, Rahman enggan berikan komentar.

"Tidak terpengaruh dengan pencoblosan 9 Desember nanti, karena kejadian itu sebelum pencoblosan. Ada yang namanya 7 hari sejak kejadian ataupun 7 hari sejak diketahui. Patokan Bawaslu di situ, jadi proses tetap berjalan. Soal sumber uang saya belum bisa berikan komentar, karena belum ada bukti soal itu," ungkapnya.

( TribunKaltara.com / Felis)

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved