Bursa Calon Kapolri

Peluang Jenderal Bintang 2 Masuk Bursa Kapolri Tertutup, Siapa Suksesor Idham Azis Menurut IPW ?

Penunjukan Irjen Pol Petrus Golose sebagai Kepala BNN disebut mengubah bursa calon Kapolri suksesor Idham Azis .

Editor: Amiruddin
Tribunnews
CALON KAPOLRI - (ilustrasi) Kapolri Jenderal Idham Azis. Bocoran dari IPW, ada 2 sosok yang disebut-sebut menjadi calon kuat Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis. 

TRIBUNKALTARA.COM - Berikut kabar terbaru calon Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis pasca penunjukan Irjen Pol Petrus Golose sebagai Kepala BNN .

Irjen Pol Petrus Golose menjabat Kepala BNN yang baru, menggantikan Komjen Pol Heru Winarko yang telah memasuki masa pensiun.

Penunjukan Irjen Pol Petrus Golose sebagai Kepala BNN disebut mengubah bursa calon Kapolri suksesor Idham Azis .

Hal tersebut disampakan Ketua Presidium Indonesia Police Watch ( IPW ) Neta S Pane .

Menurut Neta S Pane peluang jenderal bintang dua Polri untuk masuk dalam bursa calon Kapolri telah tertutup usai penunjukkan tersebut.

Neta menyebut ada 4 Komjen calon Kapolri, yakni Kabareskrim Listyo Prabowo, Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono, Kabaharkam Komjen Agus Andrianto dan Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar.

"Padahal sebelumnya ada salah satu dari tiga jenderal bintang dua polri yang disebut sebut akan menjadi bintang tiga dan masuk dalam bursa calon Kapolri, yakni Irjen M Fadil (Kapolda Metro Jaya), Irjen Lufthi (Kapolda Jateng), dan Irjen Dofiri (Kapolda Jabar)," kata Neta S Pane dalam keterangannya, Rabu (23/12/2020).

Baca juga: Tak Cuma Jokowi, Kapolri Idham Azis Rombak Anak Buahnya, Geser Sejumlah Jenderal, Mutasi Polri

Baca juga: Nama Calon Kapolri Suksesor Idham Azis Segera Disetor ke Presiden, Kompolnas Beberkan Kisi-kisi

Baca juga: TERUNGKAP IPW Beber Sudah Ada 2 Nama Calon Kuat Ganti Idham Azis, 13 Sosok Berpeluang jadi Kapolri

Neta menuturkan pergantian Kepala BNN yang terlambat 23 hari dinilai sebagai strategi untuk mengulur waktu agar mengunci masuknya jenderal bintang dua untuk bisa ikut dalam bursa calon Kapolri.

"Strategi ini sebenarnya adalah tindakan maladministrasi dimana seorang pejabat negara yang sudah pensiun tapi tak kunjung diganti.

Kepala BNN Komjen Heru sebenarnya sudah pensiun sejak 1 Desember 2020 tapi tak kunjung diganti. Pergantian baru dilakukan pada 23 Desember ini," ungkapnya.

"Memang jika pergantian dilakukan pada akhir November lalu tentu sarat dengan manuver politik berbagai pihak.

Sebab dalam pertarungan jenderal bintang dua itu melibatkan orang orang dekat elit kekuasaan, mulai dari Kapolri Idham Azis, Presiden Jokowi , dan kubu Pejaten. Sehingga tarik menariknya sangat kuat," sambung Neta S Pane

Dengan tertutupnya jenderal bintang dua masuk dalam bursa, kata dia, calon Kapolri saat ini hanya diisi para calon dari jenderal bintang tiga berpangkat Komjen.

Diperkirakan, pekan depan, baik Dewan Kebijakan Tinggi (Wanjakti) Polri maupun Kompolnas sudah memproses nama nama calon Kapolri untuk diserahkan kepada Presiden Jokowi.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved