Breaking News:

BNNP Kaltara Ungkap Kronologi Tindak Pidana Narkotika Jenis Sabu, Satu Pelaku Merupakan WNA

BNNP Kaltara ) bersama Bea Cuka Tarakan ungkap tindak pidana narkotika termasuk peredaran sabu di Kantor Bea Cukai Tarakan, Rabu (30/12/2020)

TribunKaltara.com / Risnawati
BNNP Kaltara bersama Bea Cukai Tarakan laksanakan Press release pengungkapan tindakan pidana narkotika jenis sabu di Kantor Bea Cukai, Rabu (30/12/20) ( TRIBUNKALTARA.COM / RISNAWATI ) 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Utara ( BNNP Kaltara ) bersama Bea Cuka Tarakan ungkap tindak pidana narkotika di Kantor Bea Cukai Tarakan, Rabu (30/12/2020).

Kepala Bidang (Kabid) Penindakan BNNP Kaltara, AKBP Deden Andriana mengatakan, pada Jumat (4/12/20) sekira pukul 05.00 Wita, tim pemberantasan BNNP Kaltara mendapat informasi dari masyarakat terkait transaksi peredaran narkotika jenis sabu jaringan internasional yang dilakukan di perairan Malaysia - Indonesia.

Peredaran sabu seberat 2 Kg itu, kata Deden dilakukan oleh seorang warga negara Filipina.

"FY (31) ini merupakan target operasi kami, dan sudah kami ketahui ciri-cirinya dan tempat tinggalnya. Kami bekerjasama dengan Tim Tindak Bea Cukai Tarakan melakukan patroli di perairan wilayah hukum BNNP Kaltara," ujarnya kepada TribunKaltara.com.

Lebih lanjut ia sampaikan, sekira pukul 14.00 Wita di hari yang sama, pihaknya berhasil mengamankan FY di salah satu rumah kontarakan yang ada di Kelurahan Karang Anyar, Kota Tarakan.

Deden menambahkan, dalam melakukan aksi perderan barang haram tersebut, FY dibantu oleh seorang warga Kota Tarakan, yakni FR (31).

Baca juga: Terlibat Narkotika, Napi Lapas Nunukan Ini Rawat Bayi di Penjara, Ngaku Bercerai Saat Tengah Hamil

Baca juga: Cegah Peredaran Narkotika di Kalimantan Utara, Begini Strategi 3 Paslon Pilgub Kaltara

Baca juga: Meski Pandemi Covid-19, Seluruh Prajurit dan PNS Kodim 0907/Tarakan Jalani Tes Urine Cegah Narkoba

FR berperan menyediakan peralatan, tempat tinggal, kendaraan, dan sebagainya untuk memudahkan FY melancarkan aksi peredaran narkotika jenis sabu itu.

Diketahui, FR merupakan residivis. Sebelumnya ia ditahan pada 2015 dengan tindakan yang sama.

Berdasarkan pengakuan FY, Deden mengatakan FY telah 2 kali melakukan perbuatan tersebut.

"Pertama pada September 2020 sebanyak 1 Kg dan sudah habis diedarkan di Tarakan, dan yang kedua sebanyak 2 Kg tapi berhasil kami gagalkan," tutupnya.

( TribunKaltara.com / Risnawati )

(*)

Jangan Lupa Like Fanpage Facebook TribunKaltara.com

Follow Twitter TribunKaltara.com

Follow Instagram tribun_kaltara

Subscribes YouTube Tribun Kaltara Official

Penulis: Risnawati
Editor: Cornel Dimas Satrio
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved