Breaking News:

Kalimantan Utara Alami Inflasi 0,12 Persen, Tanjung Selor Jadi Kota dengan Inflasi Terendah

Kaltara tercatat mengalami inflasi sebesar 0,12 persen (mtm) pada Desember 2020.

Penulis: Risnawati | Editor: Amiruddin
TribunKaltara.com / Risnawati
Kantor Perwakilan BI Kaltara yang terletak di Jalan Mulawarman, Kota Tarakan, Kalimantan Utara. (TRIBUNKALTARA.COM/RISNAWATI) 

Secara tahunan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mencatat inflasi sebesar 1,38 persen.

Sementara itu, kelompok perumahan, air, listrik, sas, dan bahan bakar lainnya pada bulan Desember 2020 tercatat sedikit mengalami peningkatan. Secara tahunan, kelompok tersebut mencatat inflasi sebesar 1,02 persen.

Secara bulanan kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar Lainnya ini mengalami inflasi sebesar 0,03 persen pada bulan Desember 2020. Komoditas utama penyumbang inflasi adalah semen.

Komoditas kayu balokan memberikan andil inflasi 0,001 persen (mtm) sehubungan dengan meningkatnya penggunaan kayu untuk membuat bangunan dan renovasi rumah di wilayah Kaltara .

Terjaganya harga pada bulan Desember 2020 karena didorong oleh rendahnya tekanan pada kelompok transportasi khususnya tarif angkutan udara.

Baca juga: Pergerakan Pesawat Meningkat Selama Pelaksanaan Posko Pengendalian Transportasi Udara di Tarakan

Baca juga: Buka 18 Hari, Posko Pengendalian Transportasi Udara Selama Nataru di Bandara Juwata Tarakan Ditutup

Baca juga: Soal Aturan Belanja di Pantai Amal Lama Tarakan, Kadis Pariwisata: Tidak Boleh Ada Keputusan Sepihak

Penurunan tarif terjadi pada bulan Desember, rendahnya demand disebabkan banyaknya dokumen yang harus dilengkapi ketika masyarakat akan bepergian menggunakan angkutan udara.

Lebih lanjut, kebijakan pemerintah yang mengurangi jadwal cuti bersama dan diberlakukannya PSBB kembali di beberapa daerah, juga menjadi penyebab dari banyaknya masyarakat yang membatalkan rencana untuk melakukan perjalan liburan di akhir tahun 2020.

"Untuk itu, koordinasi antara Pemerintah, Bank Indonesia , dan lembaga terkait yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), terus diperkuat dalam menghadapi sejumlah risiko yang dapat mendorong kenaikan harga," tuturnya.

(*)

( TribunKaltara.com / Risnawati )

Jangan Lupa Like Fanpage Facebook TribunKaltara.com

Follow Twitter TribunKaltara.com

Follow Instagram tribun_kaltara

Subscribes YouTube Tribun Kaltara Official

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved