Minggu, 3 Mei 2026

Virus Corona Nunukan

UPDATE Tambah 19, Kasus Covid-19 Nunukan jadi 966, Sembuh 13 & 2 Pasien Probable Meninggal Dunia

Update tambah 19, kasus Covid-19 Nunukan jadi 966, sembuh 13 & 2 pasien probable meninggal dunia.

Tayang:
Penulis: Febrianus Felis | Editor: M Purnomo Susanto
Kolase TribunKaltara.com
Update Covid-19 Nunukan. (Kolase TribunKaltara.com) 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Update tambah 19, kasus Covid-19 Nunukan jadi 966, sembuh 13 & 2 pasien probable meninggal dunia.

Kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Nunukan bertambah 19 pasien, Selasa (02/02/2021).

Hal itu diungkapkan oleh juru bicara ( Jubir) percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Nunukan, Aris Suyono.

Baca juga: 815 Nakes RSUD Nunukan Bakal Disuntik Vaksin Corona Sinovac, dr Dulman: Kami Siapkan 15 Vaksinator

Baca juga: Kelanjutan Nasib Wakil Ketua DPRD Ketahuan Selingkuh, Dilabrak Istri Sah, Minta Kesempatan Kedua

Baca juga: UPDATE Tambah 5, Kasus Positif Covid-19 Malinau Jadi 442, Semua dari Transmisi Lokal & 8 Sembuh

"Hari ini kasus konfirmasi positif Covid-19 bertambah 19 pasien, 2 kasus import sisanya transmisi lokal," kata Aris Suyono kepada TribunKaltara.com, melalui telepon seluler, pukul 18.30 Wita.

Menurut Aris Suyono, 2 kasus pelaku perjalanan itu memiliki gejala Covid-19.

"Pasien inisial M (45) jenis kelamin laki-laki, diketahui memiliki riwayat perjalanan dari Tanjung Selor. Pasien itu suspek dengan gejala ISPA dan hasil rapid test antigen reaktif. Sedangkan, pasien inisial RS (23) jenis kelamin perempuan, memiliki riwayat berpergian dari Sulawesi Selatan. Pasien itu termasuk suspek dengan gejala batuk dan pneumonia," ucapnya.

Sementara itu, sebanyak 13 pasien dinyatakan selesai masa pemantauan atau masa isolasi mandiri.

Kendati begitu, sebanyak 26 specimen swab yang belum diperiksa atas pengiriman sampel swab pada 29 dan 19 Januari lalu.

"Ada 13 pasien dinyatakan sembuh hari ini atau selesai masa isolasi mandirinya," ujarnya.

Hasil Swab Pasien Probable Berbeda

Aris Suyono mengaku, ada 2 pasien probabel yang meninggal dunia. Namun, pasien inisial MT (48) jenis kelamin perempuan, alamat Jalan W Monginsidi, Kecamatan Sebatik, meninggal dunia pada 29 Januari 2021, memiliki hasil swab berbeda.

"Hasil pemeriksaan TCM secara mandiri yang dikirim ke Tarakan dinyatakan negatif. Ternyata hasil pemeriksaan PCR sampel diagnosa yang diambil pada 27 dan 28 Januari 2021 hasilnya positif. Ada perbedaan hasilnya," tutur Aris Suyono.

Perbedaan hasil swab itu, Aris Suyono katakan disebabkan 2 faktor yakni pertama, pengambilan dilakukan di hari atau tanggal yang berbeda.

Tanggal untuk diagnosa diambil pada 27 dan 28 Januari kemudian diambil ulang pada tanggal setelah pasien itu meninggal dunia yaitu 29 Januari.

Faktor kedua, virus hidup pada inang yang masih hidup sehingga pengambilan swab pada jenazah sangat berpengaruh.

Sumber: Tribun Kaltara
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved