Berita Nunukan Terkini
Sempat Tutup Gegara Covid-19, DPRD Nunukan Beber Hari ini 120 Ton Barang Disuplai Malaysia ke Krayan
Sempat tutup gegara Covid-19, DPRD Nunukan beber hari ini 120 ton barang disuplai Malaysia ke Krayan.
Penulis: Febrianus Felis | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Sempat tutup gegara Covid-19, DPRD Nunukan beber hari ini 120 ton barang disuplai Malaysia ke Krayan.
Setelah setahun ditutup, akhirnya jalur perdagangan lintas batas dari Bakelalan di Serawak, Malaysia menuju ke Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, kembali dibuka, Rabu (10/02/2021).
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Nunukan, Welson mengatakan hari ini ada sebanyak 120 ton pasokan barang tiba di sempadan Bakelalan, Long Midang, Krayan.
• Lintas Batas Malaysia & 17 Kecamatan Kaltara Akan Dibuka, Risdianto: Tinggal Tentukan Jenis Barang
• Marak Penyeludupan di Perbatasan, Zainal-Yansen Tawarkan Patroli Rutin & Program Lintas Batas Resmi
• Pemprov Kaltara Tunjuk Koperasi di Krayan jadi Operator Pembukaan Dagang Lintas Batas RI-Malaysia
Pasokan barang tersebut terdiri dari sembako dan material bangunan yang langsung dijemput oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan.
Tak hanya sembako dan material, BBM juga menjadi komoditas perdagangan lintas batas yang paling ditungu-tunggu masyarakat Krayan.
Pasalnya, kelangkaan pasokan barang di Krayan sudah terjadi sejak setahun terakhir.
Perdagangan lintas batas dua daerah bertetangga itu sempat terhenti akibat pemberlakuan lockdown wilayah oleh pemerintah setempat di Malaysia pada Maret 2020 lalu.
"Hari ini ada 120 ton barang sembako, BBM dan material bangunan tiba di Krayan. Sejak Maret 2020 lalu, suplai barang dari Malaysia ditutup karena pandemi Covid-19. Jadi ini jadi pengiriman perdana. Ada satu kawasan sekira 500 meter dari patok batas daerah sempadan Malaysia. Ada lapangan luas di situ. Untuk sementara ditampung di sana, nanti kendaraan kita akan jemput di Krayan Induk," kata Welson kepada TribunKaltara.com, Rabu (10/02/2021), pukul 14.30 Wita.
Menurut Welson, selama jalur perdagangan lintas barang ditutup, warga di Krayan mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pokok setiap harinya. Bahkan pembangunan juga sempat terhenti, lantaran ketersediaan material bangunan sangat minim.
Mau tidak mau, suplai barang dilakukan dari wilayah terdekat yakni Malinau dan Tarakan. Kendati begitu, harga jual juga terbilang sangat mahal.
"Yang tidak masuk dalam SOA itu BBM dan material. Selama Malaysia lakukan lockdown, material diambil dari Malinau dan Tarakan. Harga jual semen dari Malinau sampai di Krayan sebesar Rp1,2 juta per sak. Kalau dari Tarakan Rp1,3 juta per sak. Normalnya itu Rp250-300 ribu. Solar itu capai harga Rp30-40 ribu per liter. Untuk gula Rp35-40 ribu per kilo. Ini sangat tidak memungkinkan untuk lakukan pembangunan dengan situasi seperti itu," ucap wakil rakyat Dapil 3 fraksi Golkar itu.
Welson mengaku, informasi yang ia peroleh dari pemerintah setempat di Serawak, pengiriman barang ke Krayan hanya dilakukan satu kali saja.
Dia berharap kerjasama antara koperasi perbatasan baik di Indonesia maupun Malaysia terus berlanjut hingga kondisi kebutuhan pokok warga Krayan kembali stabil.
Welson katakan, meskipun selama ini ada subsidi ongkos angkut barang yang masuk ke Krayan, namun itu semua belum mencukupi kebutuhan pokok warga Krayan.
Kami sudah amati belum mencukupi kebutuhan pokok di Krayan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/ketua-komisi-ii-dprd-nunukan-welson.jpg)