Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

Ibadah di Kleteng Toa Pek Kong Sepi, Ketua Makin Tarakan Ayi Diyanto Sebut Efek Pandemi Covid-19

Ibadah di Kleteng Toa Pek Kong Sepi, Ketua Makin Tarakan Ayi Diyanto sebut efek pandemi Covid-19.

TRIBUNKALTARA.COM/RISNAWATI
Umat Khonghucu di Tarakan saat beribadah di Klenteng Toa Pek Kong Tarakan. Tampak para umat memegang dupa sambil berdoa. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Ibadah di Kleteng Toa Pek Kong Sepi, Ketua Makin Tarakan Ayi Diyanto sebut efek pandemi Covid-19.

Ketua Majelis Agama Khonghucu Indonesia Kota Tarakan (Makin Tarakan) Ayi Diyanto mengatakan jumlah umat yang datang beribadah di Klenteng Toa Pek Kong Tarakan tak sebanyak seperti tahun-tahun sebelumnya.

Jika di tahun sebelumnya jumlah umat yang datang beribadah capai 500an. Di tahun ini hanya capai 200an saja.

Pandemi Covid-19, Perayaan Imlek di Klenteng Ta Pek Kong Tanjung Selor Hening dan Sepi

Ikuti Instruksi Pusat, Perayaan Tahun Baru Imlek di Toa Pek Kong Tarakan Tanpa Barongsai

Gong Xi Fa Cai, Selamat Tahun Baru Imlek 2021, Shio Kerbau Logam Bakal Banyak Cuan?

"Tadi malam itu kan puncak. Untuk acara puncaknya sampai jam 12 malam tapi yang datang itu sedikit saja," ujarnya, Jumat (12/2/21)

Pada pagi tadi, kata Ayi, umat yang datang beribadah tidak banyak, hanya sekitar 50an orang.

"Banyak yang nggak berani datang karena ini pandemi Covid-19, banyak yang sembahyang di rumah. Sebenarnya sembahyang di mana saja itu kan sama saja, yang penting niat kita," tambahnya.

"Yang mau datang sembahyang silahkan saja, kita tidak melarang atau membatasi. Karena yang datang ini juga tidak sekaligus ramai-ramai," sambungnya.

Selamat Tahun Baru Imlek 12 Februari 2021, Kenali Macam-macam Shio dan Maknanya, Kerbau Pendendam

Tahun Baru Imlek 2021, Begini Harapan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk warga Tionghoa

Kumpulan Gambar Ucapan Selamat Tahun Baru Imlek 12 Februari 2021, Google Turut Meriahkan

Secara administrasi, jumlah umat Khonghucu di Tarakan berkisar 600an jiwa.

Ayi mengatakan, sebagian umat Khonghucu masih berstatus agama Budha di Kartu Tanda Pengenal (KTP), sehingga banyak dari mereka yang tidak mengganti status agama tersebut.

"Nggak masalah bagi umat konghuchu yang berKTP Budha ya, yang penting niat saja yang mau sembahyang. Agama Budha dan Khnghucu itu ibaratnya tidak jauh berbeda lah," lanjutnya.

Penulis: Risnawati

Jangan Lupa Like Fanpage Facebook TribunKaltara.com

Follow Twitter TribunKaltara.com

Follow Instagram tribun_kaltara

Subscribes YouTube Tribun Kaltara Official

Penulis: Risnawati
Editor: M Purnomo Susanto
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved