Breaking News:

Perbatasan RI Malaysia

Setahun Mengajar di Perbatasan RI-Malaysia, 6 Pengajar Pamit ke Pemkab Nunukan, Temui Asmin Laura

Setahun mengajar di perbatasan RI-Malaysia, 6 pengajar pamit ke Pemkab Nunukan, temui Asmin Laura.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: Amiruddin
TRIBUNKALTARA.COM/FELIS
Penyerahan cinderamata dari Pemkab Nunukan kepada koordinator pengajar muda di Kantor Bupati Nunukan, Selasa (16/02/2021), pagi. TRIBUNKALTARA.COM/ Febrianus felis. 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Setahun mengajar di perbatasan RI-Malaysia, 6 pengajar pamit ke Pemkab Nunukan, temui Asmin Laura.

Kepulangan enam pengajar muda ke tempat asalnya masing-masing setelah mengabdi di pelosok perbatasan RI-Malaysia, selama 1 tahun.

Sebelumnya, Yayasan Indonesia Mengajar telah bekerjasama sama dengan Pemkab Nunukan selama 5 tahun. Empat tahun pengabdian sudah diselesaikan oleh pengajar muda sebelumnya sejak 2016-2020.

Baca juga: Putusan Dismissal Sengketa Pilkada Nunukan, Ini Penjelasan Pakar Hukum Universitas Borneo Tarakan

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Tahap 2 Dilaksanakan Hari Ini di Nunukan, Asmin Laura Sebut Biar Antibodi Utuh

Baca juga: Ayam Potong Asal Malaysia dan Berau Masuk ke Nunukan, Harga Jual Lebih Murah, Peternak Lokal Geram

Satu tahun belakangan ini, 6 pengajar muda itu mengajar siswa usia sekolah dasar yang ada di Desa Lordes Kecamatan Sebatik Tengah, Desa Semunad Kecamatan Tulin Onsoi, Desa Tanjung Matol Kecamatan Sembakung Atulai, Desa Patal Kecamatan Lumbis, Desa Binter Kecamatan Lumbis Ogong, dan Desa Suka Maju.

Diketahui, 6 pengajar muda itu berasal dari latar belakang pendidikan yang berbeda-beda dan tempat asal yang berbeda. Mulai Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Jepara, Sukabumi, dan Yogyakarta.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Nunukan, Muhammad Amin mengatakan, program Indonesia Mengajar sangat membantu Pemkab Nunukan, utamanya bidang pendidikan.

Pasalnya, di pelosok perbatasan, khususnya wilayah II dan III tenaga pengajar masih terbilang minim sekali.

"Kolaborasi Yayasan Indonesia Mengajar dengan Pemkab Nunukan sudah berlangsung 5 tahun. Program ini sangat membantu Pemkab Nunukan khususnya SDM pengajar di pelosok masih terbilang minim sekali. Seperti di wilayah Lumbis Ogong, Lumbis Hulu, begitupun wilayah Sebatik," kata Muhammad Amin kepada TribunKaltara.com, Rabu (17/02/2021), pukul 09.00 Wita.

Menurut dia, tidak mudah mengabdi di perbatasan RI-Malaysia dengan segala keterbatasan, mulai akses jalan yang belum tersentuh aspal hingga jaringan telekomunikasi yang hilang-hilang bahkan tidak ada sama sekali.

"Dengan segala keterbatasan yang ada mereka mampu beradaptasi baik dengan warga maupun peserta didik. Saya atas nama Pemkab Nunukan mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada pengajar muda termasuk Yayasan Indonesia Mengajar yang sudah mengutus kader muda yang berbakat ke perbatasan ini," ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved