Breaking News:

Berita Nunukan Terkini

Terungkap Peredaran Sabu oleh ASN Libatkan 2 Anggota Polri di Nunukan, Oknum Polisi Terancam Dipecat

Terungkap peredaran sabu oleh ASN libatkan 2 anggota Polri di Nunukan, oknum polisi terancam dipecat.

HO/ Polres Nunukan
Ilustrasi Sabu - Dua oknum Polisi jadi tersangka peredaran narkoba. Mereka adalah inisial Brigadir EBP dan Briptu EWN. (HO/ Polres Nunukan). 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Terungkap peredaran sabu oleh ASN libatkan 2 anggota Polri di Nunukan, oknum polisi terancam dipecat.

Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Nunukan yang menjadi tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu belum lama ini, kini terkuak 2 oknum Polisi juga terlibat.

Sebelumnya, tersangka ASN atas nama Dessy Risandi (32), berstatus PNS di Instansi Dinas Pendidikan Nunukan, ditangkap Polisi saat tiba di Pelabuhan Fery, Sei Jepun Nunukan, tanggal 11 Februari lalu.

Baca juga: Sumber Narkoba Kompol Yuni Purwanti Terungkap, Polda Jabar Beber Fakta Baru, Bantah Ada Pesta Sabu

Baca juga: Artis Jennifer Jill Disebut Miliki Narkotika Jenis Sabu sejak 4 Tahun lalu, Pengedar Jadi DPO

Baca juga: Tertangkap Pesta Sabu Sesama Polisi, Ternyata Kompol Yuni Pernah Tampil di TV Gerebek Bandar Narkoba

Informasi yang dihimpun, tersangka Dessy membawa narkotika golongan I jenis sabu dengan berat 46,41 gram dari Tawau, Malaysia.

Setelah melalui rangkaian pemeriksaan terhadap tersangka ibu anak tiga itu, didapati 2 oknum Polisi juga terlibat.

Mereka adalah anggota Polsek Lumbis inisial Brigadir EBP dan Briptu EWN.

"Setelah kami lakukan tracing handphone tersangka DR itu, didapati 2 oknum anggota kami. Brigadir EBP pesan 1 bal sabu kepada DR. Kemudian, EBP transfer uang sebanyak Rp10 juta ke rekening DR. Tapi transfernya dibantu oleh Briptu EWN," kata Kapolres Nunukan AKBP Syaiful Anwar kepada TribunKaltara.com, Senin (22/02/2021), sore.

Ketiga tersangka sudah mengakui perbuatan mereka. Bahkan Polres Nunukan memiliki jejak digital, bukti transfer dan pembicaraan di telepon oleh tersangka. Kini ketiga tersangka itu diamankan di Rutan Polres Nunukan.

Menurut Syaiful Anwar, selain dikenakan sanksi pidana sesuai UU nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, terhadap dua oknum Polisi juga akan diberikan sanksi displin berupa Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).

"Kami tidak akan ragu-ragu soal itu. Dalam waktu dekat kami akan melakukan upacara PTDH sembari menunggu keputusan PTDH keluar. Ini sesuai Peraturan Kapolri," ucapnya.

Halaman
12
Penulis: Febrianus Felis
Editor: M Purnomo Susanto
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved