Polemik Partai Demokrat

Skenario Jokowi Copot Moeldoko Dibeber Pengamat, SBY dan AHY Bisa Langgeng di Partai Demokrat

Berikut skenario Jokowi copot Moeldoko dari kursi Kepala Staf Kepresidenan ( KSP), pengamat beber SBY dan AHY bisa langgeng di Partai Demokrat.

Kolase TribunKaltara.com via CHRISTOFORUS RISTIANTO/KOMPAS.com dan WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAH
KSP, Moeldoko dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (Kolase TribunKaltara.com via CHRISTOFORUS RISTIANTO/KOMPAS.com dan WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAH) 

TRIBUNKALTARA.COM - Berikut skenario Jokowi copot Moeldoko dari kursi Kepala Staf Kepresidenan ( KSP), pengamat beber SBY dan AHY bisa langgeng di Partai Demokrat.

Polemik Partai Demokrat menjadi sorotan pemerhati politik di tanah air, lantaran melibatkan orang kepercayaan Presiden Jokowi, Moeldoko.

Polemik Partai Demokrat kian memanas lantaran Moeldoko berani mengambil alih partai yang dipimpin mantan Presiden, Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY).

Tak sedikit yang menyuarakan agar Moeldoko segera dicopot dari KSP lantaran caranya mengambil alih posisi Ketua Umum Partai Demokrat, tidak etis.

Terkait hal tersebut, pengamat politik Hendri Susilo membeberkan skenario Jokowi bisa copot Moeldoko.

Dalam hal ini, SBY dan Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY) berperan penting untuk mempengaruhi Jokowi.

Hendri Susilo menilai Moeldoko berani menerima jabatan sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, hanya karena tujuan untuk jangka pendek dalam karier politiknya.

Kepala Staf Presiden ( KSP) Moeldoko telah dipilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrat melalui Kongres Luar Biasa ( KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang, Jumat (5/3/2021).

Baca juga: Langgar Aturan Partai, DPC Demokrat Bulungan Tegaskan Tolak Ketum Moeldoko Versi KLB Sibolangit

Eks Panglima TNI, Moeldoko saat memberikan pidato perdana sebagai Ketua Umum Partai Demokrat di KLB, Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara, Sabtu (05/03/2021). (Kolase TribunKaltara.com / Kompas TV
Eks Panglima TNI, Moeldoko saat memberikan pidato perdana sebagai Ketua Umum Partai Demokrat di KLB, Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara, Sabtu (05/03/2021). (Kolase TribunKaltara.com / Kompas TV (Kolase TribunKaltara.com / Kompas TV)

Eks Panglima TNI, Moeldoko terpilih melalui suara terbanyak dengan mengalahkan kandidat lainnya yakni Marzuki Alie.

Pengamat Politik dari Lembaga Survei KedaiKopi, Hendri Satrio menilai, kisruh yang terjadi di Partai Demokrat hanya bertujuan untuk jangka pendek.

“Jadi dalam sebuah negara ya memang partai politiknya berperan dalam perebutan kekuasaan."

"Maka akan sering terjadi upaya perebutan kekuasaan melalui partai politik atau skenario penguatan kekuasaan melalui parpol,” terang Hendri saat diwawancara Jurnalis KompasTV Maharani, Minggu (7/3/2021).

“Di Australia pernah terjadi."

"Saat kepemimpinan berlangsung kemudian diubah ketua parpol yang merupakan perdana menteri."

Halaman
123
Sumber: Kompas TV
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved