Selasa, 28 April 2026

Perbatasan RI Malaysia

BBM Kembali Normal di Perbatasan RI-Malaysia, Tapi Harga Semen di Krayan Capai Rp 1,5 Juta Per Sak

BBM di Kecamatan Krayan, Nunukan, kembali normal, namun sederet persoalan lainnya muncul silih berganti menimpa warga perbatasan RI-Malaysia itu.

HO/ Camat Krayan
Warga Krayan antre BBM di APMS Long Bawan, Kecamatan Krayan Induk, belum lama ini. (HO/ Camat Krayan) 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Meski Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kecamatan Krayan, Nunukan, Kalimantan Utara, kembali normal, namun sederet persoalan lainnya muncul silih berganti menimpa warga perbatasan RI-Malaysia itu.

Pada Desember 2020 lalu, kelangkaan BBM terjadi di Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara ( Kaltara).

Akibatnya, warga di perbatasan RI-Malaysia itu, terpaksa antre berjam-jam di Agen Premium Minyak Solar ( APMS) dan SPBU guna mendapatkan BBM.

Diketahui, dari 5 kecamatan di Krayan, hanya ada satu APMS di Krayan Induk dan satu SPBU di Krayan Selatan.

Kelangkaan BBM yang terjadi sekira satu bulan itu, akibat pesawat Air Tractor dengan daya angkut sebanyak 4 ton dari Kota Tarakan menuju Krayan berhenti beroperasi.

Sehingga layanan angkutan BBM hanya menggunakan pesawat Smart, dengan daya angkut hanya 1,2 ton saja.

Warga Krayan antre BBM di APMS Long Bawan, Kecamatan Krayan Induk, belum lama ini. (HO/ Camat Krayan)
Warga Krayan antre BBM di APMS Long Bawan, Kecamatan Krayan Induk, belum lama ini. (HO/ Camat Krayan) (HO/ Camat Krayan)

Baca juga: Camat Krayan Beber Warganya Gunakan Kayu Bakar untuk Memasak, Haberly: Per Kubik Seharga Rp 700 Ribu

Baca juga: Harga Tabung Gas 16 Kilogram Asal Malaysia di Krayan Nunukan Tembus Rp 1,7 Juta, Ini Penyebabnya

Baca juga: Rencana Peningkatan Lapangan Terbang Binuang, Camat Krayan Tengah Darius Harap Segera Direalisasikan

Camat Krayan Haberly mengatakan, kelangkaan BBM yang terjadi beberapa waktu lalu, saat ini sudah kembali normal.

Lantaran, tak hanya Pesawat Air Tractor saja yang memuat BBM 2,7 ton, kini juga dibantu oleh Pesawat Cessna bermuatan 1,2 ton.

"Untuk saat ini, BBM masih bisa terkendali.

Sekarang masih antre tapi tidak terlalu panjang kayak sebelumnya," kata Haberly kepada TribunKaltara.com, melalui telepon seluler, Jumat (26/03/2021), pukul 11.00 Wita.

Meski demikian, Pesawat Air Tractor beroperasi ke wilayah Krayan tergantung pada kondisi cuaca.

"Kalau cuaca bagus sehari dua kali pesawatnya beroperasi ke Krayan.

Nanti BBM di distribusi ke APMS di Krayan Induk dan SPBU di Krayan Selatan.

Seminggu terakhir ini normal saja," ucapnya.

Warga Krayan antre BBM di APMS Long Bawan, Kecamatan Krayan Induk, belum lama ini. (HO/ Camat Krayan)
Warga Krayan antre BBM di APMS Long Bawan, Kecamatan Krayan Induk, belum lama ini. (HO/ Camat Krayan) (HO/ Camat Krayan)

Baca juga: Banyak Orang Asing Masuk ke Kaltara Tanpa Dokumen, Imigrasi Sorot Perbatasan RI-Malaysia di Sebatik

Baca juga: Tatap Pemilu Serentak 2024, Identitas Warga di Perbatasan RI-Malaysia Jadi Perhatian Bawaslu Kaltara

Baca juga: Kondisi Jalan di Krayan Nunukan, Jadi Kubangan Lumpur Setinggi 1 Meter, Warga Terpaksa Turun Tangan

Di sisi lain, masyarakat perbatasan RI-Malaysia itu kini menghadapi masalah baru yakni kelangkaan material bangunan.

Menurut Haberly, saat ini semen dan besi langka semenjak Malaysia melakukan lockdown.

Alhasil, pembangunan di Krayan jadi berhenti sampai sekarang.

Dampak dari kelangkaan material ini, harganya melambung tinggi.

Sebelumnya, semen dari Malaysia hanya Rp130-150 ribu per sak, kini warga harus membayar Rp1,2 juta per sak semen dari Malinau dan Rp1,5 juta per sak semen dari Tarakan.

Untuk besi ukuran 12 mm harganya Rp300 ribu per batang, sebelumnya hanya Rp80 ribu per batang.

"Dampak dari kelangkaan material bangunan yaitu banyak pembangunan jadi terhenti. Harga dalam negeripun jadi mahal.

Kalau untuk besi 12 mm, sudah jarang sekali dipesan oleh warga. Selain harganya yang mahal juga bawanya ribet harus dipotong atau dilipat.

Besi biasanya hanya digunakan untuk proyek, kalau untuk masyarakat membangun jarang sekali, bisa hitung jari, karena harganya mahal," ujarnya.

Penulis: Febrianus felis

(*)

Berita tentang Perbatasan RI-Malaysia

Berita tentang Krayan

Jangan Lupa Like Fanpage Facebook TribunKaltara.com

Follow Twitter TribunKaltara.com

Follow Instagram tribun_kaltara

Subscribes YouTube Tribun Kaltara Official

Sumber: Tribun Kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved