Breaking News:

Berita Nunukan Terkini

Kondisi Jalan di Krayan Nunukan, Jadi Kubangan Lumpur Setinggi 1 Meter, Warga Terpaksa Turun Tangan

Jalan penghubung dua kecamatan jadi kubangan lumpur setinggi 1 meter, warga terpaksa swadaya untuk perbaiki Jalan Trans Kalimantan itu.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: Amiruddin
HO/Ketua FPM-SK
Jalan penghubung Kecamatan Krayan Barat dan Krayan Selatan jadi kubangan lumpur setinggi 1 meter. Warga terpaksa swadaya untuk perbaiki jalan trans-Kalimantan itu. (HO/Ketua FPM-SK) 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Jalan penghubung dua kecamatan jadi kubangan lumpur setinggi 1 meter, warga terpaksa swadaya untuk perbaiki Jalan Trans Kalimantan itu.

Bagaimana tidak sekira 10 bulan lamanya, aktivitas warga Kecamatan Krayan Barat dan Krayan Selatan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara ( Kaltara ) jadi terganggu.

Pasalnya, jalan yang menghubungkan dua kecamatan itu rusak total akibat lumpur setinggi 1 meter.

Baca juga: Kabar Terkini Banjir di Nunukan, Distribusi Logistik Terhambat, Relawan Pinjam Perahu Susuri 8 Desa

Baca juga: Posko Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Rumah Resmi Ditutup Bupati Nunukan Asmin Laura

Baca juga: Masa Tanggap Darurat Kebakaran di Nunukan Berakhir Besok, Begini Reaksi Kadis Sosial

Ketua Forum Peduli Masyarakat Sungai Krayan (FPM-SK), Ajang Khaleb, mengatakan jalan penghubung dua kecamatan itu rusak total hingga menjadi kubangan lumpur sejak awal 2020.

"Sejak awal tahun 2020 lagi jalan sudah rusak seperti itu. Sudah mau 10 bulan aktivitas masyarakat di dua kecamatan itu jadi terganggu. Tinggi lumpur sekarang 1 meter, sudah setinggi lutut," kata Ajang Khaleb kepada TribunKaltara.com, melalui telepon seluler, Senin (18/01/2021), pukul 13.00 Wita.

Menurut pria yang akrab disapa Khaleb itu, meskipun jadi kubangan lumpur, jalan itu tetap dilalui oleh warga termasuk kendaraan motor maupun mobil.

Lantaran, untuk berbelanja kebutuhan pokok sehari-hari di Long Bawan, Krayan Induk, tak ada jalan alternatif lain selain melalui lumpur setinggi lutut tersebut.

"Untuk belanja kebutuhan pokok sehari-hari warga harus ke Long Bawan, Krayan Induk. Tak ada jalan lain, terpaksa lewat lumpur. Kendaraan roda dua dan empat kalau lewat situ digotong warga. Kecuali mobil ban besar. Anak sekolah pun selalu lewat situ," ucap Khaleb, warga Krayan Selatan itu.

Agar tetap diakses oleh warga, Khaleb mengaku warga di dua kecamatan itu terpaksa swadaya untuk membeli BBM Excavator sehingga bisa menggali lumpur sedalam 1 meter itu.

Baca juga: Galang Dana Hingga Rp 14 Juta, Ketua PKS Nunukan Sebut Untuk 3 Wilayah Korban Bencana Alam

Baca juga: Sungai di Malaysia Meluap, 8 Desa di Nunukan Terendam Banjir, 2.752 Jiwa Pilih Bertahan di Rumah

Baca juga: Aliansi Mahasiswa Perbatasan Gelar Galang Dana Bagi Korban Kebakaran di Nunukan Hingga Rp 17 Juta

"Kami sangat kecewa, Pemerintah Provinsi tidak ada perhatian sama masyarakat Krayan. Sekretaris Provinsi pernah ke rumah saya, untuk membahas dana pemiliharaan jalan, tapi sampai hari ini tidak ada.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved