Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

Pemerintah Melarang Mudik Lebaran, Pengusaha Speedboat di Tarakan Meradang: Kita Juga Merasa Berat

Pemerintah melarang mudik lebaran, pengusaha speedboat di Tarakan meradang: kita juga merasa berat.

dok Tribun Kaltim
Speedboat yang berada di Tanjung Selor, saat diabadikan jurnalis TribunKaltim.com beberapa waktu lalu. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Pemerintah melarang mudik lebaran, pengusaha speedboat di Tarakan meradang: kita juga merasa berat.

Pemerintah pusat kembali melarang mudik lebaran mulai 6 sampai 17 Mei 2021 mendatang.

Mengetahui hal itu, Sekretaris Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan ( Gapasdap ) Tarakan, Mulyadi mengatakan, aturan larangan mudik itu sama seperti yang dirasakan para pengusaha speedboat di tahun 2020 lalu.

Sebagai pengusaha, kata dia, tentu kebijakan ini cukup memberatkan para pengusaha yang bergerak di sektor transportasi.

Baca juga: RESMI, Pemerintah Melarang Mudik Lebaran 6-17 Mei 2021, Idul Fitri di Rumah Saja, Kecuali Mendesak

Baca juga: Pemerintah Jokowi tak Larang Masyarakat Mudik Lebaran 2021, Ini Daftar Lengkap Libur Nasional

Baca juga: Masih Tahap Pengecoran, PJN Kaltara Targetkan Perbaikan Jembatan Jelarai Selesai Sebelum Lebaran

Karena dalam siklus 1 tahun, yang mana masa-masa mudik ini, merupakan momen yang bagus untuk peningkatan profit dalam setahunnya.

"Dengan adanya seperti ini, kita juga merasa berat. Tapi ini sudah keputusan pemerintah, ya kita harus tetap mendukung," ujarnya kepada TribunKaltara.com, Sabtu (27/3/2021)

Dia meyakini, adanya larangan ini, tentu tidak lahir tanpa pengkajian oleh stakeholder sebelumnya.

"Hal ini juga sebagai upaya untuk memberantas pandemi Covid-19, agar cepat berakhir," ucapnya.

Dia tidak menampik, bahwa kebijakan tersebut akan sangat berdampak pada usahanya. Karena mudik lebaran setiap tahunnya, terjadi peningkatan jumlah penumpang 100 hingga 200 persen.

"Tapi dengan adanya larangan mudik ini, kita juga merasa berat dalam masa 1 sampai 2 tahun ini. Di mana pergerakan penumpang itu benar-benar dalam kondisi yang stagnan," katanya.

Halaman
1234
Penulis: Risnawati
Editor: Amiruddin
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved