Berita Nunukan Terkini
Harga Daging Ayam Naik, Dinas Perdagangan Nunukan Sebut Dampak Pembatasan Produksi Bibit Unggas
Harga daging ayam naik, Dinas Perdagangan Nunukan sebut dampak pembatasan produksi bibit unggas.
Penulis: Febrianus Felis | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Harga daging ayam naik, Dinas Perdagangan Nunukan sebut dampak pembatasan produksi bibit unggas.
Harga daging ayam di pasaran Nunukan belakangan ini mengalami kenaikan.
Andika, seorang pedagang daging ayam di Pasar Pagi Nunukan mengatakan seminggu belakangan ini harga daging ayam mengalami kenaikan.
Baca juga: Polres Nunukan Sebut Animo Pendaftar Anggota Polri Tinggi, Minta Warga Aktif Laporkan Tindakan Suap
Baca juga: Bupati Nunukan Asmin Laura Beberkan Penyebab Gaji Ketua RT Menunggak
Baca juga: Prakiraan Cuaca Hari Ini, BMKG Nunukan Peringatan Dini Wilayah Lumbis
Diketahui, harga hati ayam sempat Rp25 ribu per kilo kini menjadi Rp30 ribu per kilo. Harga paha dan dada ayam sempat Rp38 ribu per kilo, kini menjadi Rp40 ribu per kilo.
Sementara daging ayam yang masih utuh sempat Rp35 ribu per kilo kini menjadi Rp38 ribu per kilo.
"Saya kurang tau juga penyebab naiknya harga daging ayam," kata Andika kepada TribunKaltara.com, Senin (29/03/2021), pukul 16.00 Wita.
Mendengar itu, Kabid Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perdagangan Kabupaten Nunukan, Syamsul Daris, mengaku harga daging ayam di pasaran mengalami kenaikan, lantaran adanya pembatasan produksi bibit unggas atau day old chick (DOC) ayam.
"Di sini berlaku hukum ekonomi. Kalau barangnya banyak beredar otomatis harga jadi turun. Begitupula sebaliknya, barangnya sedikit yang beredar pasti harga melonjak naik. Di pasaran itu banyak sekali stok daging ayam yang tersedia, sehingga ayam potong yang dikandang itu banyak yang umurnya sudah tua dan belum laku-laku. Sehingga perlu dilakukan pembatasan DOC, agar ayam yang sudah siap dijual bisa laku semuanya," ucap Syamsul Daris.
Sesuai kesepakatan, harga untuk ayam potong di kandang bersama dengan pelaku usaha, ada empat fase yakni fase I untuk bobot 1,6-1,9 Kg harganya Rp26 ribu. Fase II untuk bobot 2,00-2,5 Kg harganya Rp25 ribu. Fase III untuk bobot 2,6-3 Kg harganya Rp24 ribu. Sementara fase IV untuk bobot 3,1 Kg ke atas harganya Rp20 ribu.
Menurutnya, dampak dari banyaknya DOC yang beredar, sehingga produksi ayam peternak mengalami over. Hal itu juga membuat stok daging ayam di pasaran tak kunjung laku.
Ia menuturkan, DOC akan kembali dibuka pada April nanti, sehingga harga daging ayam di pasaran kembali stabil.
"DOCnya kita tahan jangan sampai berlebihan. Sekarang kelihatannya daging ayam yang ada di pasar berkurang, sehingga harganya tiba-tiba naik. Mudahan terbuka kembali DOC di bulan April nanti," ujarnya.
Syamsul Daris membeberkan, pada April mendatang, estimasi harga daging ayam terendah yakni Rp25.500 per kilo.
Bahkan, untuk semua pelaku usaha mendapat jatah DOC masing-masing.
"Estimasi harga agak sedikit turun, karena DOC kembali dibuka oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Nunukan. Pemasukan DOC yang direncanakan itu, PT TMS mendapat jatah 53 ribu DOC. Mitra 88 Maret dapat 32 ribu DOC untuk April 40 ribu DOC. Sementara pelaku usaha mandiri Basir, Maret peroleh 14.500 DOC, untuk April 20 ribu DOC. Lalu Sunarto peroleh 14 ribu DOC pada Maret, kemudian April nanti dapat jatah 25 ribu DOC," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/andika-seorang-pedagang-di-pasar-pagi-nunukan-sedang-memotong-daging-ayam-untuk-dijual.jpg)