Selasa, 19 Mei 2026

Berita Kaltara Terkini

BBM di Wilayah Perbatasan Masih Langka, DPRD Kaltara Soroti Distribusi hingga Pengawasan

Hingga saat ini ternyata masyarakat perbatasan dan pedalam Kalimatan Utara seperti Sebatik, Lumbis dan Sebukut kesulitan mendapatkan BBM.

Tayang:
Penulis: Desi Kartika Ayu | Editor: Junisah
TribunKaltara.com/Desi Kartika Ayu
ARMING- Anggota Komisi III DPRD Kaltara Arming saat ditemui di Tanjung Selor. BBM di Perbatasan Kaltara Masih Langka, DPRD Soroti Distribusi hingga Pengawasan 
Ringkasan Berita:
  • Anggota Komisi III DPRD Kaltara, Arming, menyoroti  masyarakat perbatasan dan pedalaman seperti Sebatik, Lumbis, dan Sebuku masih kesulitan dapatkan BBM meski  kuota dinyatakan aman.
  • Persoalan distribusi tidakrata ini dinilai berdampak langsung pada aktivitas harian dan roda ekonomi masyarakat lokal yang sangat bergantung pada transportasi jalur darat maupun sungai.
  • DPRD Kaltara mendesak pemerintah dan instansi terkait perketat pengawasan penyaluran di lapangan, bukan sekadar rapat koordinasi.

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR – Meski kuota bahan bakar minyak (BBM) disebut mencukupi, masyarakat di sejumlah wilayah perbatasan dan pedalaman Kalimantan Utara (kaltara) masih kerap kesulitan mendapatkan pasokan.

DPRD Kaltara meminta pemerintah dan pihak terkait memperketat pengawasan distribusi agar kelangkaan tidak terus berulang.

Hal ini disinyalir adanya distribusi BBM yang masih belum merata di wilayah perbatasan dan pedalaman Kaltara.

Anggota Komisi III DPRD Kaltara, Arming menyebutkan bahwa masyarakat di sejumlah daerah seperti Sebatik, Lumbis hingga Sebuku masih sering mengalami kesulitan mendapatkan BBM.

Baca juga: Harga BBM Non Subsidi Bikin Nelayan Mangkupadi Bulungan Tercekik, Terancam Tinggalkan Profesi

Menurutnya, kondisi di lapangan berbeda dengan laporan yang menyebut ketersediaan kuota BBM dalam kondisi aman dan mencukupi.

“Di beberapa wilayah perbatasan dan pedalaman, masyarakat masih kesulitan mendapatkan BBM,” ujarnya.

Ia menilai persoalan tersebut tidak bisa dianggap sepele karena berdampak langsung terhadap aktivitas dan perekonomian masyarakat, khususnya di daerah yang bergantung pada distribusi jalur darat maupun sungai.

Karena itu, Arming meminta pengawasan distribusi BBM dilakukan secara serius dan berkelanjutan agar penyaluran tepat sasaran.

Menurutnya, pengawasan tidak cukup hanya dilakukan melalui rapat koordinasi maupun kesepakatan sementara tanpa pengawasan nyata di lapangan.

Baca juga: DPRD Kaltara tak Tinggal Diam, Perketat Pengawasan Distribusi BBM di Bulungan

“Kalau pengawasan tidak berjalan maksimal, kelangkaan akan terus terjadi,” katanya.

Ia berharap pemerintah bersama pihak terkait dapat segera mengambil langkah konkret untuk memastikan distribusi BBM benar-benar menjangkau seluruh wilayah, termasuk kawasan terpencil dan perbatasan.

“Jangan sampai daerah perbatasan terus menjadi wilayah yang paling terdampak,” tegasnya.

(*)

Penulis : Desi Kartika Ayu

Sumber: Tribun Kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved