Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

Jelang Ramadan 2021, MUI Tarakan Sebut Sulit Pantau Hilal karena Kalimantan Masuk Garis Khatulistiwa

Jelang Ramadan 2021, MUI Tarakan sebut sulit pantau hilal karena Kalimantan masuk garis Khatulistiwa.

ANDI PAUSIAH/TRIBUNKALTARA.COM
K.H. Muhammad Anas, Ketua MUI Kota Tarakan. Andi Pausiah/TribunKaltara.com 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Jelang Ramadan 2021, MUI Tarakan sebut sulit pantau hilal karena Kalimantan masuk garis Khatulistiwa.

Selain dihadiri Kemenag Tarakan, MUI Kota Tarakan juga siap menghadiri rukyatul hilal untuk menentukan awal Ramadan 1442 Hijriah pada Senin (12/4/2021) mendatang.

Dikatakan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tarakan, KH Muhammad Anas, berbagai kalangan ormas Islam, baik dari NU, Wahdah Islamiah, Muhammadiyah, LDII, BMKG, Pengadilan Agama akan hadir dalam kegiatan pemantauan rukyatul hilal Senin nanti.

Baca juga: Wali Kota Resmikan Kantor MUI Kota Tarakan, KH Anas: Ini Gedung untuk Kepentingan Umat Islam

Baca juga: Sebelum Ikuti Vaksinasi Pikiran Harus Tenang, MUI Tarakan Tegaskan Suntik Vaksin tak Batalkan Puasa

Baca juga: Pasar Rakyat Tarakan Diresmikan, Pedagang Ucap Syukur, Hanya Bayar Retribusi Rp 35 Ribu Sebulan

Ia meyakini, pada tanggal 12 April 2021, posisi hilal sudah mencapai di tiga derajat di atas ufuk.

Sehingga lanjutnya, sudah bisa dirukyat atau diamati secara kasat mata.

"Sehingga 1 Ramadan pada Senin malam nanti umat Islam sudah bisa melaksanakan Tarawih," ujarnya.

Namun demikian lanjut K.H.Muhammad Anas, rukyat atau pemantauan harus tetap diadakan oleh pemerintah di seluruh Indonesia.

Maka Senin 12 April mendatang, akan diadakan pemantauan.

Ia juga menyinggung pemantauan atau rukyatul hilal tahun-tahun sebelumnya.

Di Kalimantan secara umum ia menilai posisi bulam sabit secara keseluruhan tidak mungkin terlihat.

Halaman
12
Penulis: Andi Pausiah
Editor: M Purnomo Susanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved