Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

Harga Daging Ayam Beku di Tarakan Rp 36 Ribu Perkilogram, Selama Ramadan Tersedia 30 Ton

-Stok daging ayam beku dipastikan aman di momen Ramadan Tahun ini. Pelni Tarakan ikut menyiapkan sekitar 15 ton yang rencananya akan datang pekan ini

TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
Stok daging ayam beku tersisa empat ton di gudang Pelni Kota Tarakan. Direncanakan pekan ini 15 ton daging ayam beku tiba di Kota Tarakan 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN -Stok daging ayam beku dipastikan aman di momen Ramadan Tahun ini. Pelni Tarakan ikut menyiapkan sekitar 15 ton yang rencananya akan datang pekan ini.

Dikatakan Endang Widya Astuti, Kepala Cabang Pelni Logistik Kota Tarakan, stok saat ini hanya tersisa sekitar empat ton. Biasanya sekali mendatangkan sekitar 15 ton. Termasuk juga daging bebek namun untuk daging bebek belum terlalu banyak peminat sehingga hanya didatangkan sekitar satu ton saja.

"Kalau didatangkan itu perbandingannya dua kontainer ayam itu satu ton bebek. Jadi yang didatangkan didominasi ayam beku," jelasnya.

Baca juga: Dilarang Mudik, PT Pelni Tarakan Mulai 6 Hingga17 Mei 2021, Tidak Jual Tiket Kapal

Namun pihaknya sudah melakukan pemesanan ke Pelni Surabaya. Konsumsi daging ayam beku sejak sebelum memasuki Ramadan diakuinya cukup tinggi. Adapun untuk harga masih di angka normal dan tidak mengalami kenaikan signifikan.

" Karena memang orderan kita ini orderan dari bulan kemarin sehingga harganya tidak berubah," ungkap Endang.

Namun lanjutnya saat ini ada perubahan harga dari Surabaya, tempa barang dipasok. Sehingga pada saat pemesanan, dari penyedia daging ayam beku menaikkan stok.

"Jadi mungkin nanti dinaikkan perkilogramnya dinaikkan Rp 2 ribu. Adapun harga per Senin (12/4/2021) sekitar Rp 36 ribu per kilogram," sebutnya.

Sehingga lanjutnya, sehingga kemungkinan kenaikan harga nanti bisa di angka Rp 38 ribu menyesuaikan harga yang dipasok dari Surabaya. Ia melanjutkan adapun pembeli ya sendiri untuk ayam beku rerata berasal dari warung makan, minimarket dan supermarket, perseorangan yang ingin mengadakan hajatan, dan bahkan dari luar Tarakan.

Baca juga: Waspada! Balai Karantina Pertanian Tarakan Temukan RNA Virus pada Babi, Begini Gejalanya

Ia lebih jauh menyebutkan, sebelum pandemi Covid-19, di momen jelang Ramadan dan Idulfitri biasanya didatangkan 30 ton. Sementara, tahun 2020 lalu, ada pengurangan pasokan stok daging ayam beku. Angkanya hanya di kisaran 10 ton yang didatangkan ke Kota Tarakan.

"Tahun ini sepertinya mulai normal menuju 30 ton. Dan sekarang ini ada penambahan. Kalau sebelum Ramadan stok 15 ton dan setelah dekat Ramadan ini kita stok 30 ton," sebutnya.

Baca juga: Cuaca di Nunukan Hari Ini, 14 Wilayah Diperkirakan Hujan Ringan Mulai Siang Hingga Dini Hari

Namun pemesanan tidak sekali datang 30 ton untuk bulan ini tetapi didatangkan dua kali. Hal ini dikarenakan kendala keterbatasan peti kemas pengangkut daging ayam beku di Surabaya.

Ia mengakui Pelni selalu dipantau Disdagkop dan Disnaktan. Ini bersinergi untuk stok kebutuhan daging ayam beku. Hanya saja saat ini sempat terkendala kontainer yang terbatas.

"Permintaan sangat tinggi umumnya di Papua. Sehingga diprioritaskan di tempat terjauh dulu baru ke Tarakan," pungkasnya.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

Penulis: Andi Pausiah
Editor: Junisah
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved